Liverpool Tolak Tawaran Inter Milan untuk Curtis Jones: Harga Patokan Rp 700 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan mengajukan tawaran verbal โฌ25 juta untuk Curtis Jones, namun langsung ditolak Liverpool karena dianggap terlalu rendah.
- Liverpool membanderol gelandang asal Inggris itu sebesar ยฃ35 juta, meski kontraknya hanya tersisa satu tahun.
- Ini adalah upaya kedua Inter musim ini setelah pendekatan pinjaman pada Januari juga kandas.

Liverpool kembali menegaskan sikapnya di bursa transfer dengan menolak tawaran verbal dari Inter Milan untuk Curtis Jones. Klub asal Merseyside itu menilai nilai yang diajukan masih jauh dari ekspektasi mereka.
Inter Milan hanya berani menawarkan โฌ25 juta atau sekitar ยฃ21,7 juta untuk pemain berusia 25 tahun tersebut. Angka itu dinilai tidak sebanding dengan harga yang dipatok Liverpool, yakni ยฃ35 juta. Manajemen The Reds enggan melepas Jones dengan harga diskon meskipun kontraknya tersisa satu musim lagi.
Ini bukan pertama kalinya Inter menunjukkan ketertarikan pada Jones. Pada Januari lalu, klub Serie A itu sempat mengajukan proposal peminjaman dengan opsi pembelian permanen, namun tawaran tersebut juga ditolak mentah-mentah oleh Liverpool.
Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, secara terbuka mengakui bahwa timnya terus memantau perkembangan Jones. โKami memperhatikannya. Kami tidak menyembunyikan itu. Kami akan melihat bagaimana perkembangannya ke depan,โ ujar Ausilio dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.
Ketertarikan Inter semakin terkonfirmasi setelah rekan setim Jones di Liverpool, Federico Chiesa, mengungkapkan bahwa Jones sempat menanyakan bagaimana rasanya tinggal di Italia. Informasi ini disampaikan Chiesa kepada harian La Gazzetta dello Sport.
Jones merupakan produk asli akademi Liverpool. Ia bergabung dengan klub sejak usia sembilan tahun dan menandatangani kontrak profesional pertamanya pada 2018. Sejak itu, ia perlahan menjadi bagian penting di lini tengah Liverpool, meski kerap bersaing dengan nama-nama besar seperti Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai.
Bagi Inter, Jones dianggap sebagai opsi jangka panjang untuk memperkuat lini tengah yang mulai menua. Namun, kegigihan Liverpool dalam mempertahankan harga jual menunjukkan bahwa mereka tidak ingin kehilangan pemain muda potensial dengan harga murah, apalagi di tengah persaingan ketat Liga Inggris.
Dari sudut pandang Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Bursa transfer pemain Eropa kerap menjadi referensi bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam menentukan strategi negosiasi. Kasus Jones mengajarkan bahwa nilai seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh sisa kontrak, tetapi juga oleh kontribusi dan potensi jangka panjang. Klub-klub Indonesia yang kerap melepas pemain bintangnya dengan harga murah bisa belajar dari ketegasan Liverpool.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Inter akan kembali dengan tawaran yang lebih tinggi atau beralih ke target lain. Liverpool sendiri tampaknya tidak terburu-buru, apalagi Jones masih memiliki peran di skuad asuhan Arne Slot. Akankah Inter mampu memenuhi permintaan Liverpool, ataukah Jones akan bertahan di Anfield hingga kontraknya habis?



