Liverpool Siapkan Dana Rp 2,5 Triliun untuk Rekrut 'Hybrid' Salah dan Mane
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan sepakat secara personal dengan winger RB Leipzig, Yan Diomande, yang dibanderol £128 juta.
- Diomande, 19 tahun, dinilai memiliki kombinasi gaya bermain Sadio Mane dan ketajaman Mohamed Salah di lini depan.
- Kedatangan pemain asal Pantai Gading itu diharapkan menjadi fondasi serangan baru Liverpool era Andoni Iraola.

Liverpool dikabarkan semakin dekat untuk mengamankan tanda tangan Yan Diomande, winger muda RB Leipzig yang disebut-sebut sebagai perpaduan antara Sadio Mane dan Mohamed Salah. Klub asal Merseyside itu dilaporkan telah menyusun kontrak enam tahun untuk pemain berusia 19 tahun tersebut, meski harus merogoh kocek hingga £128 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun.
Kebutuhan akan pemain sayap baru menjadi prioritas setelah musim 2025/26 yang mengecewakan. Arne Slot, yang sukses membawa Liverpool juara Premier League di musim perdananya, harus angkat koper setelah hanya bertahan satu musim. Posisinya kini digantikan oleh Andoni Iraola, mantan pelatih Bournemouth. Salah satu titik lemah yang harus segera diperbaiki adalah produktivitas lini sayap. Mohamed Salah yang kini berusia 34 tahun dan Cody Gakpo hanya mampu menyumbang 14 gol serta 12 assist di Premier League musim lalu—angka yang biasanya dihasilkan oleh satu pemain sayap top, bukan gabungan dua pemain.
Yan Diomande muncul sebagai solusi potensial. Menurut laporan TEAMtalk, Liverpool telah mengajukan tawaran awal senilai £90 juta yang ditolak Leipzig. Namun, negosiasi terus berlanjut dan The Reds optimistis bisa mencapai kesepakatan. Pembicaraan dengan agen pemain juga berjalan positif, dengan rencana pengembangan yang detail membuat Diomande antusias bergabung. Keunggulan ini bisa menjadi modal Liverpool untuk mengalahkan PSG yang juga memburu pemain Pantai Gading tersebut.
Diomande bukan sekadar pemain muda biasa. Gaya bermainnya sebagai winger kiri bertumpu pada kaki kanan mengingatkan pada Sadio Mane—dinamis, lincah, dan gemar menusuk dari sisi sayap. Namun, kontribusinya di sepertiga akhir lapangan lebih mendekati Mohamed Salah. Dalam musim debutnya bersama Leipzig, ia menciptakan 17 peluang besar dan mencatatkan expected assists (xA) sebesar 10,12—angka yang tidak pernah diraih Mane selama berkarier di Liverpool. Mane, meski produktif mencetak gol, tidak pernah mencatatkan lebih dari 11 peluang besar atau 10 xA dalam semusim Premier League.
Penampilan Diomande di Piala Dunia musim panas ini juga menjadi bukti kualitasnya. Dalam dua laga pertama melawan Ekuador dan Jerman, ia mencatatkan delapan dribel sukses, tujuh umpan kunci, dan dua peluang besar. Kombinasi antara kemampuan menggiring bola ala Mane dan ketajaman ala Salah membuatnya layak dianggap sebagai investasi jangka panjang yang ideal bagi Liverpool.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk diikuti. Liverpool, klub dengan basis penggemar besar di Tanah Air, tengah membangun ulang skuad di bawah arahan Iraola. Jika Diomande benar-benar bergabung, ia akan menjadi rekrutan termahal kedua dalam sejarah klub, setelah Virgil van Dijk. Pertanyaan besarnya: mampukah ia memenuhi ekspektasi sebagai penerus duet legendaris Salah dan Mane? Atau justru menjadi beban finansial yang menghambat kebangkitan Liverpool?



