Serial The Boroughs dari Duffer Brothers Dihentikan Setelah Satu Musim
Baca dalam 60 detik
- Netflix memutuskan untuk tidak melanjutkan serial fiksi ilmiah The Boroughs ke musim kedua, meskipun sempat ada pembahasan perpanjangan.
- Dibintangi Alfred Molina, Geena Davis, dan Alfre Woodard, serial ini menuai ulasan positif namun ratingnya rendah dibandingkan biaya produksi yang besar.
- Keputusan ini memperkuat tren Netflix yang semakin selektif dalam memperbarui serial, terutama yang berbiaya tinggi dengan basis penonton terbatas.

Netflix resmi menghentikan serial fiksi ilmiah The Boroughs setelah hanya satu musim tayang, sebuah pukulan bagi para penggemar yang berharap kelanjutan cerita dari tim kreatif di balik Stranger Things. Serial yang digarap oleh Jeffrey Addiss dan Will Matthews serta dieksekutif produseri oleh Matt dan Ross Duffer ini gagal mendapatkan perpanjangan meskipun sempat ada wacana produksi musim kedua dan ketiga secara beruntun.
Menurut laporan Deadline, keputusan tersebut diambil setelah evaluasi internal Netflix yang mempertimbangkan rating penonton yang moderat berbanding biaya produksi tinggi, terutama untuk efek visual dan jajaran pemain bintang. Padahal, serial yang mengisahkan sekelompok lansia di komunitas pensiun yang menghadapi ancaman monster ini mendapat sambutan positif dari kritikus. Namun, daya tariknya di platform tampaknya tidak cukup kuat untuk menjamin kelanjutan.
Keputusan ini juga menandai pergeseran strategi Netflix yang semakin ketat dalam memperbarui serial. Di tengah persaingan ketat platform streaming global, termasuk di Indonesia yang kini memiliki layanan lokal seperti Vidio dan Mola, Netflix cenderung hanya mempertahankan serial dengan basis penonton besar atau potensi viral. The Boroughs, meskipun memiliki nama besar Duffer Brothers, gagal memenuhi ekspektasi metrik tersebut.
Bagi Duffer bersaudara, kabar ini datang di tengah transisi besar karier mereka. Setelah satu dekade bersama Netflix, mereka baru saja menandatangani kontrak eksklusif empat tahun dengan Paramount yang mencakup film, televisi, dan proyek streaming. Proyek pertama mereka di Paramount dijadwalkan rilis pada 3 November 2028, sebuah film misterius yang akan mereka tulis dan sutradarai. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut keputusan pindah sebagai โpemenuhan mimpi seumur hidupโ dan mengaku antusias bekerja sama dengan eksekutif yang dulu mendukung Stranger Things.
Di Indonesia, kabar ini mungkin tidak terlalu berdampak langsung mengingat The Boroughs tidak sepopuler Stranger Things. Namun, tren pembatalan serial setelah satu musim menjadi pengingat bagi kreator lokal yang bermimpi menembus platform global: rating dan biaya produksi adalah dua variabel krusial yang menentukan umur sebuah tayangan. Pertanyaan besarnya, apakah Netflix akan terus mempertahankan model bisnis yang mengutamakan efisiensi ini, atau justru mulai melonggarkan kriteria demi mempertahankan talenta kreatif seperti Duffer bersaudara?



