Messi Samai Rekor Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Argentina Kukuh di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi mencetak hat-trick pertamanya di Piala Dunia saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0, menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose.
- Messi menjadi pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia dan mencapai 200 caps internasional dalam laga tersebut.
- Argentina kini memburu gelar juara bertahan pertama sejak Brasil 1962, dengan Messi sebagai motor utama di usianya yang ke-38.

Lionel Messi kembali menorehkan sejarah di pentas Piala Dunia. Megabintang Argentina itu mencetak hat-trick pertamanya di turnamen ini saat tim Tango menghancurkan Aljazair 3-0 di Kansas City, Selasa (16/6) waktu setempat. Tiga gol itu sekaligus mengantarkan Messi menyamai rekor sepanjang masa milik Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia dengan 16 gol.
Bagi Messi, laga ini bukan sekadar soal gol. Pemain berusia 38 tahun itu juga menjadi pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia, sebuah pencapaian yang melampaui legenda-legenda sebelumnya. Tak hanya itu, penampilannya yang ke-200 bersama timnas Argentina menjadikannya pemain ketiga dalam sejarah yang mencapai angka tersebut, setelah Cristiano Ronaldo dan Bader Al-Mutawa dari Kuwait.
Pertandingan yang digelar di stadion terbuka milik Kansas City Chiefs (NFL) itu langsung panas sejak menit awal. Dua gol dianulir karena offside, termasuk satu dari Messi. Namun, Argentina akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-17 lewat aksi individu Messi. Menerima umpan terobosan Rodrigo De Paul, ia melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang melengkung menjauhi jangkauan kiper Aljazair, Luca Zidane.
Aljazair sempat memberikan perlawanan menjelang turun minum. Kiper Argentina Emiliano Martinez dipaksa melakukan penyelamatan gemilang menepis tembakan Fares Chaibi. Namun, dominasi Argentina tak terbendung. Pada babak kedua, Messi kembali menunjukkan ketajamannya. Ia mencetak gol kedua pada menit ke-60 memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Alexis Mac Allister yang gagal diamankan Zidane. Enam menit berselang, peluang emas kembali ia dapatkan, namun tembakannya masih bisa ditepis.
Gol ketiga sekaligus penutup hat-trick Messi tercipta pada menit ke-76. Kali ini, umpan dari pemain pengganti Nico Gonzalez diselesaikan dengan sempurna oleh Messi. Tak lama setelahnya, ia ditarik keluar, meninggalkan lapangan dengan sambutan meriah puluhan ribu suporter Argentina yang memadati stadion. Pelatih Argentina Lionel Scaloni tak bisa menyembunyikan kekagumannya. "Saya tak punya kata-kata untuk menggambarkan Messi. Selama 20 tahun, ia membuat kita terbiasa melihat hal-hal seperti ini," ujarnya.
Bagi Indonesia, performa Messi ini menjadi pengingat akan pentingnya regenerasi pesepak bola kelas dunia. Meski usia tak lagi muda, dedikasi dan konsistensi Messi menunjukkan bahwa puncak karier bisa diraih dengan kerja keras. Di tengah euforia Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, pencapaian Messi juga membuka diskusi tentang bagaimana negara berkembang seperti Indonesia bisa memproduksi pemain dengan mentalitas juara. Apakah Indonesia akan pernah memiliki 'Messi'-nya sendiri? Mungkin masih jauh, tetapi kisah Messi setidaknya memberi inspirasi bahwa batas usia bukanlah halangan untuk terus berprestasi.
Argentina sendiri kini mengincar status juara bertahan pertama sejak Brasil melakukannya pada 1962. Dengan Messi yang masih tampil gemilang, peluang itu terbuka lebar. Namun, persaingan masih panjang. Cristiano Ronaldo, yang akan bermain untuk Portugal melawan DR Congo, berpotensi menyamai rekor enam penampilan Piala Dunia Messi. Pertanyaannya, mampukah Argentina mempertahankan mahkota di tengah persaingan ketat? Atau justru Messi akan menambah rekor lain sebelum gantung sepatu?



