Messi Samai Rekor Piala Dunia, Pelatih Aljazair Akui Timnya Beri Kemudahan
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi mencetak hat-trick yang membawanya menyamai rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0.
- Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, secara blak-blakan mengakui bahwa kesalahan individu pemainnya memudahkan Messi untuk bersinar.
- Kekalahan ini menjadi alarm bagi Aljazair yang masih memiliki dua laga krusial di Grup J melawan Yordania dan Austria.
Lionel Messi kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Megabintang Argentina itu mencetak hat-trick yang membawanya menyamai rekor gol terbanyak di Piala Dunia, sekaligus mengantarkan timnya menang telak 3-0 atas Aljazair di Kansas City, Selasa (16/6) waktu setempat. Namun, di balik gemilangnya performa Messi, pelatih Aljazair Vladimir Petkovic justru menyoroti kelemahan timnya sendiri.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Petkovic tidak segan mengakui bahwa anak asuhnya memberikan terlalu banyak ruang dan kesempatan kepada pemain berusia 38 tahun itu. โKelas itu permanen. Kita tidak sedang berbicara tentang pemain sembarangan, melainkan seorang pesepakbola yang telah memenangkan Ballon d'Or tujuh atau delapan kali,โ ujar Petkovic, seperti dikutip dari laporan media. โSayangnya, kami juga memberinya peluang pada gol pertama dan kedua. Kami membuatnya lebih mudah untuk mencetak gol.โ
Kesalahan pertama datang dari kiper Aljazair, Luca Zidane, yang gagal mengantisipasi tembakan Messi pada menit awal. Pada gol kedua, Zidane kembali melakukan blunder dengan memantulkan bola yang kemudian dengan mudah disambar Messi untuk mencetak gol keduanya pada menit ke-60. Gol penutup Messi lahir pada menit ke-76 melalui sepakan keras setelah menerima umpan dari pemain pengganti Nico Gonzalez.
โBukan gaya saya menyalahkan satu pemain atau lainnya, tetapi saya pikir kami memang membuat terlalu banyak kesalahan dalam hal memberikan kesempatan tembakan bebas kepada pemain Argentina,โ kata Petkovic. โKami bisa menyalahkan diri sendiri, tapi kami harus bekerja keras dan mengambil pelajaran dari sini.โ
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Aljazair yang kini berada di posisi sulit di Grup J. Mereka masih harus menghadapi Yordania pada 22 Juni dan Austria lima hari kemudian. Petkovic menekankan pentingnya kebangkitan mental timnya. โKami tidak boleh terlalu terpuruk dengan tiga gol yang kebobolan. Kami harus lebih seimbang. Kami akan menghadapi lawan dengan kualitas berbeda, jadi ekspektasi kami juga berbeda. Yang terpenting, kami harus memastikan tim memiliki keyakinan, karena kami tahu kami bisa melakukannya,โ tegasnya.
Bagi Indonesia, performa Messi dan Argentina menjadi tontonan yang menarik, terutama dengan banyaknya penggemar sepak bola Tanah Air yang mengidolakan sang megabintang. Namun, kekalahan Aljazair juga menjadi pengingat bahwa di level tertinggi, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Apakah Aljazair mampu bangkit dan lolos dari grup neraka? Atau justru Messi akan terus melanjutkan pesta golnya? Pertandingan selanjutnya akan menjadi jawabannya.



