Kekalahan Perdana di Piala Dunia: Pelatih Irak Yakin Peluang Lolos Masih Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Irak takluk 4-1 dari Norwegia di laga perdana Grup I Piala Dunia 2026, namun pelatih Graham Arnold menilai timnya menunjukkan performa menjanjikan.
- Dengan format 48 tim yang memungkinkan peringkat ketiga terbaik lolos, Arnold optimistis satu kemenangan sudah cukup membawa Irak ke babak gugur.
- Laga berikutnya melawan Prancis menjadi ujian krusial bagi semangat juang Irak setelah kesalahan individu menghancurkan perlawanan mereka.
Pelatih Irak, Graham Arnold, menolak larut dalam kekecewaan meski timnya harus menelan kekalahan 4-1 dari Norwegia pada laga perdana Grup I Piala Dunia 2026, Selasa (16/6) waktu setempat. Ia justru mengingatkan para pemain bahwa masih ada dua pertandingan tersisa untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke fase gugur.
Bermain di Stadion Gillette, Foxborough, Irak sempat memberikan perlawanan sengit. Erling Haaland membuka keunggulan Norwegia pada menit ke-29, namun Aymen Hussein berhasil menyamakan kedudukan hanya enam menit kemudian. Sayang, Haaland kembali memimpin timnya unggul sebelum turun minum. Leo Ostigard menambah penderitaan Irak pada menit ke-76, dan Hussein tanpa sengaja mencetak gol bunuh diri di masa injury time yang memastikan skor akhir 4-1.
Bagi Irak, ini adalah penampilan perdana di Piala Dunia setelah absen selama 40 tahun. Arnold menilai timnya sebenarnya mampu memberikan tekanan berarti kepada Norwegia. "Kami memberikan tekanan yang bagus kepada Norwegia. Namun, beberapa kesalahan di level seperti ini akan selalu dihukum. Kami harus belajar dari kesalahan itu," ujar pelatih asal Australia tersebut.
Arnold menyoroti gol kedua Norwegia yang berawal dari umpan balik lemah kiper Jalal Hassan sebagai titik balik pertandingan. "Itu mungkin sangat mempengaruhi mental pemain. Saya mencoba membangkitkan mereka dan mengatakan bahwa masa lalu sudah berlalu, kita harus melupakannya," tambahnya.
Meski kalah, Arnold menegaskan Irak masih memiliki peluang besar untuk lolos. Dalam format Piala Dunia yang diperluas menjadi 48 tim, peringkat ketiga terbaik dari setiap grup juga berhak maju ke babak 32 besar. "Kami berada di fase grup, ada sembilan poin yang diperebutkan. Kami harus mengambil semua hal positif dari hari ini dan bersiap untuk pertandingan berikutnya. Masih ada peluang untuk posisi ketiga. Tiga poin seharusnya cukup untuk meloloskan kami," jelas Arnold.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Aymen Hussein yang tampil penuh energi meski baru pulih dari cedera. "Dia mampu bermain 90 menit dengan energi seperti itu, dan tentu saja mencetak gol adalah hal yang fantastis," puji Arnold.
Dengan jadwal melawan Prancis yang dijadwalkan berikutnya, Arnold meminta dukungan penuh dari para penggemar. "Banggalah dengan para pemain. Terus dukung mereka dan tetap bahagia," pungkasnya.
Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Irak bangkit dan merebut poin penuh saat berhadapan dengan tim kuat seperti Prancis? Ataukah kesalahan individu kembali menjadi momok yang menghancurkan asa mereka?



