Messi Cetak Hattrick di Enam Piala Dunia: Rekor Klose Tersamai, Argentina Pesta
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi menjadi pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia, mencetak hattrick dan menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose.
- Penampilan gemilang di usia 38 tahun itu membungkam keraguan tentang ketajamannya, sekaligus menegaskan statusnya sebagai ikon abadi sepak bola.
- Kemenangan atas Aljazair di laga perdana Grup C menjadi modal berharga Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia.

Lionel Messi kembali menuliskan namanya dalam lembaran sejarah sepak bola dunia. Dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Aljazair di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, Sabtu (12/6/2026) malam, megabintang Argentina itu mencetak hattrick pertamanya di turnamen ini sekaligus menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia milik Miroslav Klose (16 gol). Penampilan yang oleh banyak pengamat disebut sebagai 'masterclass' itu juga menjadikannya pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia, unggul sehari dari rival abadinya, Cristiano Ronaldo.
Pertandingan yang sempat diwarnai aksi gemilang Kylian Mbappe dan Erling Haaland di laga sebelumnya itu seolah menjadi panggung tunggal Messi. Gol pertama tercipta pada menit ke-18 melalui tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang gagal dihalau kiper Luca Zidane—putra legenda Prancis Zinedine Zidane. Dua gol susulan pada babak kedua, masing-masing pada menit ke-60 memanfaatkan kesalahan kiper dan menit ke-76 melalui assist Nico Gonzalez, memastikan Argentina menang telak 3-0.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pencapaian Messi ini menjadi pengingat betapa langkanya sosok pemain yang mampu tampil konsisten di level tertinggi selama dua dekade. Di tengah dominasi industri sepak bola Eropa dan Asia, Argentina—yang notabene bukan negara dengan infrastruktur sepak bola terbaik—mampu melahirkan talenta abadi. Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, menilai bahwa Messi adalah anugerah yang tidak akan terulang. "Dia adalah pemain yang lahir sekali dalam satu abad. Kami bersyukur dia memilih membela Argentina," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Messi sendiri mengaku terharu dengan sambutan para suporter Argentina yang memadati stadion. "Momen ini sangat indah. Saya bisa menikmatinya bersama keluarga dan rekan setim. Tim kami sangat kompak dan kuat. Penting untuk memulai turnamen dengan kemenangan," kata Messi seusai pertandingan. Ia juga berterima kasih kepada para penggemar yang terus mendukung, bahkan di luar Argentina.
Kemenangan ini menempatkan Argentina di puncak klasemen Grup C dengan tiga poin, unggul selisih gol atas lawan-lawannya. Langkah Argentina selanjutnya akan menghadapi Polandia yang diperkuat Robert Lewandowski. Jika Messi mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan membawa Argentina melaju jauh—bahkan mempertahankan gelar juara dunia yang diraih empat tahun lalu di Qatar. Pertanyaannya, mampukah sang maestro menjaga kebugarannya di usia yang kian senja? Atau akankah turnamen ini menjadi panggung perpisahan yang manis?



