DR Congo Siap Kejutkan Portugal di Piala Dunia 2026: Tak Gentar Hadapi Ronaldo
Baca dalam 60 detik
- Pelatih DR Congo, Sebastien Desabre, menyatakan timnya akan bermain tanpa rasa takut dan siap mengambil risiko saat menghadapi Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo di laga perdana Grup K Piala Dunia 2026.
- Ini merupakan penampilan perdana DR Congo di Piala Dunia setelah 52 tahun, dengan catatan buruk pada 1974 saat masih bernama Zaire (kalah tiga laga tanpa gol).
- Tim asuhan Desabre mengandalkan pemain-pemain yang bermain di liga Eropa dan kecepatan penyerang untuk merepotkan Portugal, meski persiapan terganggu wabah Ebola dan minim dukungan suporter langsung.
Tim nasional Republik Demokratik Kongo (DR Congo) tidak akan gentar menghadapi Portugal yang diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 di Houston, Texas. Pelatih Sebastien Desabre justru berjanji akan tampil berani dan mengambil risiko terukur untuk mengejutkan lawan yang lebih diunggulkan.
Bagi DR Congo, partai kontra Portugal pada 16 Juni 2026 menjadi momen bersejarah. Ini adalah penampilan pertama mereka di putaran final Piala Dunia sejak 52 tahun lalu, ketika masih bernama Zaire. Pada edisi 1974 di Jerman Barat, Zaire kalah telak di tiga pertandingan tanpa mencetak satu gol pun dan kebobolan 14 gol. Kini, Desabre ingin mengubah narasi tersebut.
โKami harus menghadapi tekanan, tekanan di laga pertama. Saya ingin tim bermain, jadi kami akan mengambil risiko. Risiko itu sudah diperhitungkan,โ ujar Desabre dalam konferensi pers di Houston, Selasa (16/6). โTidak ada rasa takut menghadapi ajang sebesar ini.โ
Desabre menilai tim unggulan kerap tampil lamban di laga pembuka Piala Dunia. Ia berharap DR Congo bisa memanfaatkan situasi itu. Skuad DR Congo dihuni pemain-pemain yang berkarier di liga kompetitif Eropa, dengan kecepatan penyerang yang bisa merepotkan pertahanan Portugal. Selain itu, kondisi seluruh pemain fit memberikan fleksibilitas taktik.
Namun, persiapan DR Congo tidak mulus. Wabah Ebola yang melanda negeri itu sempat mengganggu rencana pemusatan latihan. Beruntung, mayoritas pemain berkarier di Eropa sehingga persiapan teknis relatif tidak terganggu. Selain itu, pembatasan perjalanan membuat jumlah suporter DR Congo yang hadir di Amerika Serikat diperkirakan lebih sedikit dibanding tim lain. Desabre justru menjadikan hal itu sebagai motivasi tambahan.
โKami punya 100 juta warga Kongo yang akan menonton kami. Tentu kami ingin tampil baik, menunjukkan keberanian, dan melakukan yang terbaik di lapangan,โ tegas pelatih asal Prancis itu.
DR Congo juga akan menghadapi Kolombia dan Uzbekistan di Grup K. Desabre mengakui timnya memiliki beberapa opsi taktik. โKami akan memulai dengan satu opsiโฆ dan berdasarkan keseimbangan kekuatan, kami akan lihat nanti,โ katanya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga DR Congo vs Portugal menyajikan tontonan menarik: bagaimana tim non-unggulan berani meladeni raksasa Eropa. Cristiano Ronaldo yang berusia 41 tahun tetap menjadi ancaman utama, namun DR Congo punya potensi kejutan. Jika mampu mencuri poin, peluang lolos ke babak gugur terbuka lebar. Pertanyaannya, akankah keberanian Desabre berbuah hasil manis?



