Piala Dunia 2026: Tiket Rp30 Juta, Pengalaman Tak Ternilai
Baca dalam 60 detik
- Biaya menonton Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko mencapai ribuan dolar per orang, dengan tiket termurah setara tiga bulan sewa di Meksiko.
- Para penggemar rela merogoh kocek dalam demi momen langka, seperti menyaksikan tim nasional yang baru lolos setelah puluhan tahun.
- Pemerintah setempat berupaya menekan harga melalui kebijakan seperti lotere tiket murah dan transportasi gratis, namun FIFA dinilai belum banyak berkontribusi.

Biaya menonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko membuat kantong bolong, namun para penggemar tetap menganggapnya sepadan demi pengalaman yang hanya terjadi sekali seumur hidup. Dari tiket pertandingan, akomodasi, hingga transportasi, total pengeluaran bisa mencapai ribuan dolar per orang—angka yang oleh sebagian fans disebut "gila" namun tetap mereka bayarkan.
Morten Oftedal, seorang warga Norwegia yang tinggal di Atlanta, Georgia, menghabiskan sekitar 4.000 dolar AS (sekitar Rp64 juta) dalam bentuk uang tunai dan poin frequent flyer untuk membawa ayahnya yang berusia 82 tahun menonton Norwegia vs Irak di Massachusetts. "Ini mungkin satu-satunya kesempatan ayah melihat Norwegia main di Piala Dunia setelah 28 tahun," ujarnya. Ia membeli tiga tiket seharga 380 dolar per lembar, ditambah hotel dua malam lebih dari 1.100 dolar dan transportasi stadion 80 dolar per orang. Oftedal menilai turnamen ini "bukan untuk individu, melainkan untuk korporasi Amerika."
Iain Bagwell, penggemar asal Inggris yang tinggal di Atlanta, membayar 1.200 dolar per tiket kategori 2 untuk laga Inggris vs Kroasia di Dallas. "Awalnya saya pikir ini perampokan di siang bolong," katanya, "tapi melihat cara FIFA menanganinya, mungkin ini bukan kesepakatan yang buruk." Ia dan putranya memilih berkemah selama perjalanan darat untuk menghemat biaya, dan setelah pertandingan melanjutkan perjalanan ke Kansas City menonton Tunisia vs Belanda dengan tiket 235 dolar.
Di Meksiko, harga tiket laga pembuka melampaui daya beli mayoritas penduduk, di mana sekitar 30 persen hidup di bawah garis kemiskinan. Aaron Vieyra, anggota kelompok suporter Furia Azteca, membayar 30.000 peso (sekitar 1.750 dolar) per tiket—setara tiga bulan sewa di Mexico City. Ia mengaku menghabiskan lebih banyak untuk satu pertandingan di kandang sendiri dibanding total biaya tiket saat menonton di Brasil dan Rusia. "Pertandingannya bersejarah, saya masih merinding," ujarnya, namun mengakui harga itu "worth it, tapi pas-pasan" karena ia tidak perlu membayar tiket pesawat dan hotel.
Di Kanada, Alisa dan Admir Maric membayar 1.250 dolar Kanada per tiket menit terakhir untuk menonton Bosnia vs Kanada di Toronto, ditambah hotel 600 dolar per malam dan penerbangan 1.150 dolar per orang. Total biaya perjalanan mereka mencapai 5.400 dolar Kanada. Sementara itu, saudari Aida dan Emina Tucic yang datang dari Hamilton, Ontario, memantau harga tiket selama berhari-hari sebelum akhirnya membeli tiga hari sebelum pertandingan seharga 1.200 dolar Kanada masing-masing. "Mungkin tidak sepadan, sepak bola harusnya terjangkau bagi penggemar," kata Aida, "tapi pengalaman ini tak ternilai."
Biaya di dalam stadion juga bervariasi. Investigasi The Athletic mencatat bir Amerika ukuran 16 oz di Stadion NYNJ (venue final) dibanderol 16 dolar, sementara di Mercedes-Benz Atlanta hanya 5 dolar untuk ukuran kecil. Air mineral 20 oz di NYNJ seharga 5 dolar, sedangkan di Atlanta hanya 3 dolar. Biaya transportasi publik pun melonjak: tiket kereta dari Penn Station ke Stadion NYNJ untuk pertandingan Piala Dunia mencapai 98 dolar, naik dari harga normal 12,90 dolar. Gubernur New Jersey Mikie Sherrill menyatakan kenaikan itu agar warga lokal tidak terbebani biaya transportasi penggemar, dan FIFA tidak berkontribusi pada biaya transit sebesar 48 juta dolar.
Pemerintah setempat berupaya meringankan beban penggemar. Wali Kota New York Zohran Mamdani bernegosiasi dengan FIFA untuk menyediakan 1.000 tiket seharga 50 dolar bagi warga yang bisa dimenangkan melalui lotere. Provinsi Ontario, Kanada, mengesahkan Undang-Undang Mengutamakan Penggemar (Putting Fans First Act) untuk menekan harga jual kembali tiket. Sementara Dallas menyediakan transportasi gratis ke dan dari stadion.
Bagi penggemar Indonesia yang bermimpi menyaksikan Piala Dunia langsung, angka-angka ini menjadi pengingat betapa mahalnya biaya yang harus disiapkan. Dengan kurs rupiah yang melemah, tiket termurah setara dengan puluhan juta rupiah—belum termasuk akomodasi dan transportasi. Meski demikian, antusiasme penggemar tanah air terhadap Piala Dunia tetap tinggi, dan banyak yang rela menabung bertahun-tahun demi satu momen bersejarah.
Pertanyaan yang tersisa: akankah FIFA dan panitia penyelenggara mampu menekan biaya di edisi mendatang agar sepak bola tetap menjadi olahraga rakyat, bukan sekadar hiburan kaum berada? Ataukah Piala Dunia akan selamanya menjadi panggung eksklusif yang hanya bisa dinikmati segelintir orang?



