Tottenham Buru Dusan Vlahovic: Solusi Lini Depan atau Mimpi Mahal?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah melakukan pembicaraan awal dengan agen penyerang Juventus, Dusan Vlahovic, yang akan berstatus bebas transfer pada musim panas 2025.
- Vlahovic dianggap sebagai peningkatan signifikan dibandingkan Dominic Solanke, yang hanya mencetak tiga gol Liga Inggris musim lalu, meski banderol gajinya mencapai £150 ribu per pekan.
- Ketertarikan Spurs pada Vlahovic menandai perubahan strategi setelah kritik pedas manajer Ange Postecoglou atas minimnya ambisi belanja klub.

Tottenham Hotspur dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan kubu Dusan Vlahovic, membuka peluang transfer gratis penyerang Juventus tersebut pada bursa musim panas mendatang. Langkah ini menjadi sinyal perubahan haluan di Tottenham, yang sebelumnya dikritik habis-habisan oleh manajer Ange Postecoglou karena dinilai kurang agresif di pasar pemain.
Menurut laporan TEAMtalk, Spurs bergabung dengan Chelsea dan Newcastle United dalam perburuan pemain asal Serbia itu. Vlahovic, 26 tahun, dipastikan hengkang dari Allianz Stadium setelah gagal mencapai kesepakatan kontrak anyar. Meski bebas biaya transfer, gajinya yang mencapai £8 juta per tahun atau setara £150 ribu per pekan menjadi tantangan tersendiri bagi klub peminat.
Kebutuhan Tottenham akan penyerang haus gol memang mendesak. Sejak ditinggal Harry Kane pada 2023, lini depan Spurs tak pernah benar-benar pulih. Dominic Solanke yang diboyong dengan harga £65 juta dari Bournemouth hanya mampu menyumbang tiga gol Liga Inggris musim 2025/26 dari 15 penampilan—sebelas di antaranya sebagai starter. Angka itu kontras dengan ekspektasi setelah ia mencetak 16 gol di semua kompetisi pada musim debutnya.
Perbandingan dengan Vlahovic pun mencuat. Meski juga diganggu cedera dan hanya tampil 11 kali sebagai starter di Serie A musim lalu, pemain jebolan Partizan Belgrade itu masih mencatatkan tujuh gol dari 19 laga liga. Secara keseluruhan, ia mengemas sepuluh gol dari 23 pertandingan di semua ajang. Ketajaman ini membuatnya dinilai sebagai opsi yang lebih matang ketimbang Solanke, yang puncak kariernya justru terjadi di Championship bersama Bournemouth.
Pujian tinggi pernah dialamatkan kepada Vlahovic. Presiden Federasi Sepak Bola Serbia, Nenad Bjekovic, bahkan menyebutnya sebagai "striker yang lebih lengkap dari Erling Haaland" beberapa tahun lalu. Legenda Italia, Luca Toni, juga memujinya sebagai "salah satu penyerang terbaik dunia". Statistik membuktikan konsistensi Vlahovic di level elite: ia telah membuktikan diri di Serie A dan Liga Champions, sementara Solanke baru bersinar di kasta kedua Inggris.
Ketertarikan Tottenham pada Vlahovic tak lepas dari kritik pedas Postecoglou beberapa waktu lalu. Dalam wawancara dengan The Overlap, pelatih asal Australia itu mengungkapkan kekecewaannya karena hanya diberi Solanke dan tiga pemain muda—Archie Gray, Lucas Bergvall, dan Wilson Odobert—padahal ia mengincar nama-nama seperti Pedro Neto, Bryan Mbeumo, dan Antoine Semenyo. Kini, dengan potensi kedatangan Vlahovic, tampaknya manajemen Spurs mulai mendengar keluhan sang manajer.
Namun, persaingan merebut Vlahovic tak akan mudah. Chelsea dan Newcastle sama-sama memiliki daya tarik finansial dan proyek olahraga yang kompetitif. Selain itu, gaji tinggi Vlahovic bisa menjadi batu sandungan bagi Tottenham yang masih berhati-hati dalam mengelola anggaran setelah musim buruk yang nyaris membuat mereka terdegradasi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League kerap menjadi barometer kekuatan finansial dan ambisi. Jika Spurs berhasil mendatangkan Vlahovic, itu akan menjadi pernyataan bahwa mereka serius kembali ke papan atas. Namun, jika gagal, kritik terhadap manajemen klub bisa kembali memanas. Pertanyaannya, mampukah Tottenham memenangkan perburuan ini dan membuktikan bahwa era pasca-Kane tidak selamanya suram?



