Newcastle Ganti Target: Said El Mala, Sayap Muda Bundesliga Seharga £35 Juta
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United membuka negosiasi dengan winger FC Koln Said El Mala setelah gagal mendapatkan Victor Munoz yang dibajak Liverpool.
- El Mala, 19 tahun, dinilai sebagai pencetak gol potensial dengan gaya bermain langsung, meski masih perlu meningkatkan kontribusi dalam membangun serangan.
- Persaingan dengan Tottenham Hotspur membuat Newcastle harus bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan pemain yang dihargai €40 juta tersebut.

Newcastle United kembali menghadapi skenario pahit setelah Liverpool membajak target utama mereka, Victor Munoz. Namun, The Magpies tak punya waktu untuk berlarut-larut. Manajer Eddie Howe dan direktur teknis anyar Ross Wilson telah mengalihkan fokus ke winger muda Bundesliga, Said El Mala, yang diyakini bisa menjadi solusi lini serang yang lebih tajam.
Kepergian Anthony Gordon ke Barcelona dengan nilai £69 juta menyisakan lubang besar di sayap Newcastle. Setelah musim panas lalu yang penuh frustrasi, suporter tak akan mentolerir kegagalan kedua. Munoz, yang dilepas Osasuna setelah klausul rilisnya dibayar Liverpool, memang pemain dengan profil eksplosif—cepat dan sulit dihentikan—mirip dengan Gordon. Namun, El Mala menawarkan dimensi berbeda: ketajaman di depan gawang.
Menurut laporan TEAMtalk, Newcastle sudah membuka pembicaraan dengan perwakilan El Mala. Pemain berusia 19 tahun itu menembus tim utama FC Koln musim ini dan menjadi salah satu winger muda paling produktif di Bundesliga. Dengan banderol sekitar €40 juta (£35 juta)—setara dengan nilai Munoz—ia menjadi incaran yang realistis. Namun, Tottenham Hotspur juga mengintai, sehingga Newcastle harus bergerak cepat.
Analis data Spencer Mossman menjuluki El Mala sebagai "winger paling langsung di Eropa". Ia tidak takut mengambil risiko melewati lawan di sisi lapangan. Meski jarang menguasai bola—rata-rata operannya hanya separuh dari Munoz per laga—ia lebih efektif sebagai ancaman gol. Di Newcastle yang kehilangan Gordon dan Alexander Isak (yang juga hengkang), profil pencetak gol seperti El Mala sangat dibutuhkan untuk mengembalikan ketajaman.
Namun, El Mala bukan tanpa kelemahan. Ia perlu lebih aktif dalam membangun serangan, tidak hanya menjadi penyelesai akhir. Potensinya yang besar, terutama di usia muda, membuatnya layak dipertimbangkan. Jika Howe dan Wilson berhasil mengamankan jasanya, kegagalan mendapatkan Munoz mungkin hanya akan menjadi catatan kaki dalam kebangkitan Newcastle.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League berlomba merekrut talenta muda Eropa. Newcastle, yang kini memiliki dana segar dari penjualan Gordon, berusaha membangun kembali skuad setelah musim lalu yang mengecewakan. Pertanyaannya, akankah El Mala menjadi jawaban atau justru menjadi mimpi buruk lain seperti Hugo Ekitike yang gagal bersinar?



