Rekor 800 Meter Putri Gagal Terpecahkan, Femke Bol Justru Curi Perhatian di Debut Jarak Jauh
Baca dalam 60 detik
- Audrey Werro gagal memecahkan rekor 800 meter putri yang bertahan sejak 1983, meski mencatat waktu tercepat kedelapan sepanjang masa.
- Femke Bol, dua kali juara dunia 400 meter gawang, finis kedua di debut 800 meter outdoor dengan waktu 1:57,13, menjadi pelari Belanda tercepat ketiga.
- Noah Lyles memecahkan rekor dunia 150 meter di lintasan lengkung dengan waktu 14,67 detik, mengalahkan catatan Kishane Thompson.

Audrey Werro gagal memecahkan rekor dunia 800 meter putri yang telah bertahan 41 tahun, namun malam itu di Ostrava, Ceko, justru Femke Bol yang menjadi sorotan dengan debutnya yang mengesankan di nomor tersebut.
Pelari Swiss berusia 22 tahun itu datang ke Ostrava Golden Spike dengan ambisi besar. Dua pekan sebelumnya, ia mengejutkan dunia dengan mengalahkan Keely Hodgkinson di Stockholm dalam waktu 1 menit 53,98 detik—catatan tercepat ketiga sepanjang masa dan tercepat di dunia tahun ini. Namun, di Ostrava, ia hanya mampu mencatat 1:54,55, cukup untuk kemenangan tetapi gagal mendekati rekor Jarmila Kratochvilova (1:53,28) yang dibuat pada 1983. Meski demikian, waktu tersebut tetap menjadi yang tercepat kedelapan dalam sejarah nomor 800 meter putri.
Yang menarik perhatian adalah penampilan Femke Bol. Atlet Belanda berusia 25 tahun yang telah dua kali menjadi juara dunia 400 meter gawang ini memutuskan beralih ke nomor 800 meter tahun lalu. Dalam perlombaan outdoor pertamanya di jarak tersebut, ia finis kedua dengan waktu 1:57,13, menjadikannya pelari Belanda tercepat ketiga sepanjang masa untuk dua putaran. Bol, yang menikah dengan atlet lompat galah Belgia Ben Broeders awal tahun ini, juga merupakan juara dunia indoor 400 meter datar dan peraih medali emas estafet 4x400 meter Olimpiade Paris 2024.
Pertarungan 800 meter putri di Ostrava sangat kompetitif. Delapan pelari finis di bawah dua menit, menunjukkan kedalaman nomor ini. Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik karena atletik Indonesia masih berjuang untuk menembus level elit dunia. Prestasi Werro dan Bol bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda Tanah Air, terutama dalam nomor jarak menengah yang selama ini kurang tergarap. Federasi Atletik Indonesia dapat mempelajari program latihan dan transisi nomor seperti yang dilakukan Bol sebagai strategi pengembangan bakat.
Sementara itu, Noah Lyles, peraih emas Olimpiade 100 meter, menutup malam dengan memecahkan rekor dunia untuk jarak 150 meter di lintasan lengkung. Waktu 14,67 detik mengalahkan catatan sebelumnya milik Kishane Thompson dari Jamaika (14,92 detik). Meski jarak ini tidak resmi dipertandingkan di level internasional, pencapaian Lyles menunjukkan kecepatan eksplosifnya yang luar biasa.
Ke depan, transisi Femke Bol ke 800 meter akan menjadi salah satu cerita paling menarik di dunia atletik. Apakah ia bisa menyaingi dominasi Keely Hodgkinson dan Audrey Werro? Atau justru akan kembali ke nomor gawang? Yang jelas, dengan bakat dan etos kerjanya, Bol berpotensi menjadi ancaman serius di jarak baru ini.



