Kejutan di Royal Ascot: Kuda 50-1 Menang, Favorit Terpuruk
Baca dalam 60 detik
- Ten Bob Tony, kuda dengan odds 50-1, mengejutkan dunia balap dengan memenangkan Queen Anne Stakes di Royal Ascot.
- Kemenangan ini menjadi yang terbesar dalam ajang tersebut sejak 1950, sekaligus menandai kemenangan keenam bagi pelatih Ed Walker.
- Kekalahan favorit Notable Speech yang hanya finis keenam membuka peluang bagi kuda-kuda non-unggulan di masa depan.
Royal Ascot, Inggris โ Sebuah kejutan besar mewarnai pembukaan Royal Ascot 2024 ketika Ten Bob Tony, kuda dengan odds 50-1, berhasil memenangkan Queen Anne Stakes. Di bawah sinar matahari Berkshire yang cerah, para penonton bersorak saat kuda berwajah putih itu melesat dari posisi belakang untuk mengalahkan More Thunder dan mencuri perhatian dunia balap.
Kemenangan ini bukan sekadar sensasi biasa. Ten Bob Tony menjadi kuda dengan odds tertinggi yang memenangkan Queen Anne sejak Garrick pada 1950. Pelatih Ed Walker, yang menangani kuda ini, mencatatkan kemenangan keenamnya di festival balap datar paling bergengsi di dunia. Sementara itu, favorit utama Notable Speech hanya mampu finis di urutan keenam, menambah dramatisnya balapan.
Jockey Kieran Shoemark, yang mengendarai Ten Bob Tony, mengaku terkejut dengan hasil tersebut. โDia berlari dengan luar biasa. Kami tidak mengira akan menang di lintasan keras seperti ini, karena sebelumnya dia lebih sukses di tanah lunak,โ ujar Shoemark. Kemenangan ini menjadi yang keempat baginya di Royal Ascot, setelah sebelumnya sukses di Epsom dua pekan lalu.
Bagi dunia balap Indonesia, kejutan ini mengingatkan bahwa faktor cuaca dan kondisi lintasan sangat memengaruhi performa kuda. Di Indonesia, balap kuda masih menjadi olahraga yang digemari, meski skalanya lebih kecil. Kemenangan kuda non-unggulan seperti Ten Bob Tony bisa menjadi inspirasi bagi para peternak dan pelatih lokal untuk tidak meremehkan kuda-kuda yang dianggap underdog.
Analis balap menilai bahwa kemenangan ini menunjukkan pentingnya strategi pacuan yang tepat. Shoemark sengaja menahan kudanya di belakang untuk menghemat tenaga, lalu memacu di tikungan terakhir. Pendekatan ini berhasil membuahkan hasil, meskipun banyak yang meragukan kemampuan Ten Bob Tony di lintasan kering.
Ke depan, pertanyaan besar muncul: apakah Ten Bob Tony akan mampu mengulangi performa ini di ajang berikutnya? Ataukah ini hanya kebetulan belaka? Yang jelas, Royal Ascot 2024 telah memberikan awal yang tak terlupakan, dan para penggemar balap di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan menantikan aksi selanjutnya.



