Komisi Tinju Tolak Banding Verhoeven: Usyk Sah Pertahankan Gelar
Baca dalam 60 detik
- Komisi tinju profesional Timur Tengah menolak protes Rico Verhoeven atas kekalahan dari Oleksandr Usyk, menyatakan wasit berwenang menghentikan pertarungan kapan pun.
- Wasit Mark Lyson mengaku sudah melihat cukup untuk mengakhiri laga di ronde 11, meski ada klaim penghentian terjadi setelah bel berbunyi.
- Verhoeven menuntut pertandingan ulang dan permintaan maaf, tetapi keputusan komisi menegaskan tidak ada pelanggaran prosedur yang mempengaruhi hasil.

Komisi tinju profesional Timur Tengah (MEPB) secara resmi menolak banding Rico Verhoeven atas kekalahan kontroversial dari Oleksandr Usyk pada laga perebutan gelar juara dunia kelas berat di Mesir, Mei lalu. Dalam putusan yang dirilis pekan ini, komisi menegaskan bahwa wasit Mark Lyson memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan pertarungan demi keselamatan petinju, meskipun penghentian terjadi setelah bel ronde berbunyi.
Verhoeven, petarung kickboxing legendaris asal Belanda yang baru menjalani pertarungan tinju profesional keduanya, mengklaim bahwa wasit mengakhiri laga setelah bel ronde ke-11 berbunyi. Ia mengajukan protes resmi ke MEPB dengan harapan hasil pertarungan dibatalkan. Namun, komisi menilai bahwa penghentian yang terjadi 'sepersekian detik' setelah bel tidak mempengaruhi keputusan akhir.
Dalam pertarungan yang berlangsung sengit itu, Verhoeven sempat unggul angka di dua kartu juri dengan skor 95-95, 95-95, dan 96-94 untuknya. Ia bahkan nyaris menciptakan kejutan besar melawan Usyk yang merupakan juara dunia kelas berat tak terbantahkan. Namun, pada ronde ke-11, Usyk melancarkan serangan bertubi-tubi yang membuat Verhoeven jatuh ke kanvas. Meski berhasil bangkit, wasit Lyson memutuskan untuk menghentikan pertarungan setelah melihat Verhoeven tidak mampu bertahan dari gempuran berikutnya.
MEPB dalam putusannya menyatakan bahwa Lyson bertindak dengan itikad baik dan mengutamakan keselamatan petinju. Komisi juga menolak argumen Verhoeven mengenai kesalahan waktu yang dilaporkan oleh timekeeper resmi Brad William. Menurut komisi, perbedaan waktu tersebut hanyalah 'ketidaksesuaian prosedural' dan tidak cukup untuk membatalkan keputusan wasit. "Bahkan jika penghentian fisik terjadi sepersekian detik setelah bel, itu adalah ketidaksesuaian prosedural, bukan indikasi itikad buruk, korupsi, penipuan, atau kesewenang-wenangan," demikian bunyi putusan komisi.
Verhoeven, yang dikenal sebagai raja kickboxing kelas berat, kecewa dengan keputusan tersebut. Ia menuntut pertandingan ulang dan permintaan maaf dari pihak penyelenggara. "Para penggemar tidak mendapatkan ronde ke-12 yang seharusnya terjadi antara saya dan Usyk. Harus ada pertandingan ulang segera," ujarnya. Namun, komisi menegaskan bahwa tidak ada bukti pelanggaran serius yang dilakukan wasit. Bukti medis dari Dr. Neil Scott juga menyatakan bahwa Verhoeven dalam kondisi stabil setelah pertarungan, sehingga tidak mempengaruhi penilaian wasit di atas ring.
Keputusan ini menutup peluang Verhoeven untuk membalikkan hasil pertarungan, setidaknya untuk saat ini. Bagi Usyk, kemenangan ini mempertahankan statusnya sebagai juara dunia kelas berat dan memperkuat posisinya di puncak tinju dunia. Sementara itu, bagi Verhoeven, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga di dunia tinju profesional. Pertanyaan besarnya kini: apakah Verhoeven akan mendapatkan kesempatan kedua untuk membuktikan diri, ataukah ia akan kembali ke dunia kickboxing yang telah membesarkan namanya?



