Stadion Kricket Irlandia Dikebut Demi Piala Dunia T20 2030
Baca dalam 60 detik
- Pembangunan stadion kricket permanen di Abbottstown, Dublin, memasuki fase konstruksi setelah penundaan kecil pada detail desain.
- Stadion berkapasitas 4.240 tempat duduk tetap, dapat diperluas hingga 12.000, akan menjadi pusat baru bagi kriket Irlandia dan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur sewaan.
- Proyek ini diharapkan rampung pada 2029 untuk uji coba, dengan laga internasional perdana melawan Inggris pada musim panas tahun yang sama.

Pemerintah Irlandia melalui Sport Ireland memastikan stadion kricket nasional di Abbottstown, Dublin, akan siap menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia T20 putra 2030. Kepala Eksekutif Cricket Ireland, Sarah Keane, menyatakan proyek tersebut tetap sesuai jadwal meskipun sempat terjadi penundaan kecil akibat negosiasi akhir dengan arsitek FaulknerBrowns terkait detail desain.
Stadion ini akan memiliki 4.240 kursi permanen dan kemampuan menambah tribun sementara hingga total kapasitas 12.000 penonton untuk event besar. Pembangunan dilakukan dalam dua tahap, dengan fase pertama mencakup tempat duduk, pusat performa tinggi, dan paviliun. Kontraktor John Sisk telah ditunjuk sebagai pemenang tender. Pekerjaan pemasangan lapangan (square) dijadwalkan mulai musim gugur tahun ini, mengingat ICC menginginkan permukaan rumput memiliki waktu cukup untuk matang sebelum turnamen.
Bagi kriket Irlandia, stadion ini merupakan tonggak sejarah. Selama ini, tim nasional putra dan putri menggunakan berbagai lapangan sewaan seperti Malahide, Clontarf, Stormont, dan Bready. Keane menyebut fasilitas permanen akan mengubah cara Cricket Ireland beroperasi, dari penghematan biaya infrastruktur sementara hingga dampak positif bagi pembinaan atlet muda. "Saat ini banyak sumber daya yang habis untuk membuat infrastruktur sementara. Dengan stadion ini, operasional kami akan revolusioner," ujarnya.
Stadion ini juga akan menjadi pusat multi-olahraga. Cricket Ireland mendapatkan lahan dengan sewa jangka panjang sebagai penyewa utama, namun organisasi olahraga lain dapat menggunakan lapangan luar di luar musim kriket. Langkah ini memastikan fasilitas tetap aktif sepanjang tahun, tidak hanya saat musim panas. Keane menambahkan bahwa lokasi di Sport Ireland Campus akan meningkatkan visibilitas kriket di mata publik Irlandia dan menarik lebih banyak tim internasional untuk bertanding.
Untuk mendapatkan inspirasi desain, pejabat Cricket Ireland mengunjungi Hagley Oval di Christchurch, Selandia Baru, dan Utilita Bowl milik Hampshire di Southampton, Inggris. Rencana awal, laga internasional perdana di stadion baru ini adalah seri bola putih melawan Inggris pada akhir musim panas 2029. Sementara itu, seri kandang Irlandia melawan India di Stormont pada 26 dan 28 Juni mendatang tetap berlangsung dengan kapasitas sekitar 4.500 penonton, termasuk tribun sementara. Tiket kedua pertandingan T20 tersebut telah habis terjual, sebagian karena antusiasme menyaksikan pemain sensasi India berusia 15 tahun, Vaibhav Sooryavanshi, yang diperkirakan akan melakukan debut.
Dengan hadirnya stadion permanen, Irlandia berharap dapat mengurangi kerugian finansial dari setiap laga kandang yang selama ini harus menyewa infrastruktur. Ketua Sport Ireland, John Foley, menegaskan bahwa pusat ini memberikan infrastruktur yang sepadan dengan ambisi atlet-atlet Irlandia yang telah berprestasi di berbagai cabang olahraga. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah stadion ini akan mampu mendorong kriket Irlandia ke level yang lebih tinggi, terutama dalam menarik minat generasi muda dan sponsor, seiring persiapan menuju Piala Dunia 2030.



