Emma Heming Willis Luruskan Miskonsepsi soal Demensia Bruce Willis: Bukan Hilang Ingatan
Baca dalam 60 detik
- Emma Heming Willis menegaskan bahwa demensia frontotemporal (FTD) yang diderita Bruce Willis tidak menyerang memori, melainkan kemampuan bahasa.
- FTD merupakan jenis demensia paling umum pada usia di bawah 60 tahun, berbeda dengan Alzheimer yang identik dengan hilang ingatan.
- Keluarga Bruce Willis terus berupaya meningkatkan kesadaran publik tentang FTD dan tantangan perawatan pasien demensia.

Emma Heming Willis, istri aktor laga Bruce Willis, angkat bicara meluruskan kesalahpahaman publik tentang kondisi kesehatan suaminya. Selama ini banyak yang mengira Bruce Willis kehilangan ingatan akibat demensia, padahal kenyataannya berbeda.
Dalam wawancara dengan podcast Bossticks, Emma menjelaskan bahwa Bruce Willis didiagnosis menderita frontotemporal dementia (FTD) tiga tahun lalu. FTD memiliki tiga varian, dan yang diderita Bruce menyerang area bahasa di otak, bukan memori. "Saat orang bertanya, 'Apakah dia masih ingat siapa kamu?', jawabannya iya, karena dia tidak mengidap Alzheimer, melainkan FTD," ujar Emma.
Perbedaan ini penting dipahami, terutama di Indonesia di mana demensia seringkali disamakan dengan pikun atau Alzheimer. Padahal, FTD adalah bentuk demensia yang paling umum dialami oleh mereka yang berusia di bawah 60 tahun. Gejalanya bisa berupa perubahan perilaku, kesulitan berbicara, atau gangguan gerak, tergantung variannya.
Emma juga menggambarkan pengalaman sebagai pengasuh (caregiver) Bruce sebagai "kehilangan yang ambigu"โberduka untuk seseorang yang masih hidup. "Mereka hadir secara fisik, tapi mungkin tidak secara mental atau emosional. Demensia mengambil dan mengambil, kadang sangat perlahan," katanya. Ia mengaku terus belajar menghadapi kesedihan yang datang silih berganti.
Putri Bruce, Rumer Willis, juga berbagi perubahan sikap ayahnya. Dalam podcast The Inside Edit, Rumer mengatakan sang ayah kini menunjukkan sisi lembut yang dulu jarang terlihat. "Dulu dia selalu macho, sekarang ada kelembutan yang mungkin tidak bisa ditunjukkan Bruce Willis sebelumnya," ungkap Rumer. Ia bersyukur putrinya yang berusia tiga tahun bisa bertemu kakeknya meski dalam kondisi berbeda.
Bruce Willis, yang dikenal lewat film Die Hard, Armageddon, dan The Sixth Sense, kini jarang tampil di publik. Namun, perjuangan keluarganya justru mendorong kesadaran global tentang FTD. Emma aktif menggunakan platformnya untuk membahas perawatan pasien demensia dan dukungan bagi caregiver.
Di Indonesia, kesadaran tentang demensia non-Alzheimer masih rendah. Banyak keluarga yang tidak memahami perbedaan gejala dan penanganan yang tepat. Kisah keluarga Willis bisa menjadi pengingat bahwa demensia bukan sekadar masalah lupa, melainkan penyakit kompleks yang membutuhkan pendekatan khusus. Pertanyaannya, apakah sistem kesehatan dan dukungan sosial di Indonesia siap menghadapi tantangan serupa?



