Dari Video Malam Jomblo Hingga Mengguncang Fenway: Kisah Lagu Kebangsaan Alternatif Skotlandia
Baca dalam 60 detik
- Video drag Andy Considine yang dibuat saat pesta bujangan pada 2010-an menjadi cikal bakal lagu kebangsaan tak resmi Skotlandia.
- Lagu 'Yes Sir, I Can Boogie' meledak setelah Skotlandia lolos ke Euro 2020, dan kini menjadi soundtrack kemenangan bersejarah di Piala Dunia 2026.
- Fenomena ini menunjukkan kekuatan sepak bola dalam menciptakan ikon budaya yang melampaui batas stadion dan generasi.

Sebuah video malam jomblo yang awalnya hanya guyonan di antara teman-teman mantan bek Aberdeen, Andy Considine, kini telah bertransformasi menjadi lagu kebangsaan alternatif yang mengiringi kebangkitan sepak bola Skotlandia. Dari panggung karaoke di Aberdeen hingga gemuruh puluhan ribu suporter di Fenway Park, Boston, lagu disko era 1970-an 'Yes Sir, I Can Boogie' menjadi simbol perjalanan luar biasa The Tartan Army.
Kisah ini bermula saat Considine merayakan kelahiran anak pertamanya. Sepupu-sepupunya, Victor dan Liam, tanpa sengaja menyanyikan lagu Baccara itu di setiap bar karaoke yang mereka datangi. Momen tersebut kemudian berlanjut ke pesta bujangan Considine di London, di mana ia dipakaikan kostum drag dan syuting video musik dadakan di sebuah studio di Shoreditch. Butuh lima jam untuk menyelesaikan video yang kemudian diputar di pernikahannya—dan tidak disambut baik oleh para tamu.
Namun, takdir berkata lain. Lima tahun kemudian, setelah Skotlandia lolos ke Euro 2020, rekaman ruang ganti pemain yang bernyanyi dan menari mengikuti irama lagu itu viral. Considine, yang saat itu menjadi pemain pengganti, terlihat bergoyang bersama rekan setimnya. Lagu tersebut menjadi pelipur lara di tengah pandemi Covid-19, ketika suporter tidak bisa hadir langsung. Maria Mendiola, salah satu personel Baccara yang meninggal lima tahun lalu, pernah mengaku terharu dengan kebangkitan lagu mereka setelah 43 tahun.
Kemenangan Skotlandia di Piala Dunia 2026—yang pertama dalam 36 tahun—menjadi puncak baru. Puluhan ribu suporter Skotlandia yang memadati Boston merayakan dengan lagu itu, bahkan penggemar Boston Red Sox ikut bernyanyi. Bagi Considine dan kawan-kawan, melihat lagu yang lahir dari pesta mabuk-mabukan menjadi anthem di stadion ikonik adalah momen yang sulit dipercaya.
Fenomena ini mengingatkan pada kekuatan sepak bola dalam menciptakan ikon budaya yang melampaui batas. Di Indonesia, kita sering melihat bagaimana yel-yel atau lagu daerah tiba-tiba menjadi populer saat timnas bertanding. Namun, kisah Skotlandia menunjukkan bahwa sebuah lagu bisa lahir dari momen paling tidak terduga dan menjadi warisan abadi. Pertanyaannya, momen serupa apa yang akan lahir dari perjalanan timnas Indonesia ke depan?



