Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah: BNPB Masih Hitung Kerusakan
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi magnitudo 6,7 melanda Sulawesi Tengah, memicu kepanikan warga dan kerusakan bangunan di sejumlah daerah.
- BNPB dan BPBD masih melakukan pendataan dampak, termasuk kemungkinan korban jiwa, sementara belum ada laporan kebutuhan mendesak.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap gempa susulan dan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke rumah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mengumpulkan data terkait dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) siang. Guncangan yang berlangsung hingga enam detik itu memicu kepanikan massal dan dilaporkan merusak sejumlah bangunan di beberapa kabupaten dan kota.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak masih melakukan asesmen langsung di lapangan. โLaporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, rincian jumlah dan tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan,โ ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6).
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala. Kedalaman yang dangkal membuat guncangan terasa kuat di permukaan.
Di Kota Palu, warga merasakan getaran selama empat hingga enam detik. Kepanikan langsung terjadi; banyak orang berhamburan keluar rumah. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa. Sementara itu, di Kabupaten Donggala, guncangan berintensitas sedang berlangsung sekitar dua detik, namun tetap memicu kepanikan. BPBD setempat terus memonitor potensi dampak lanjutan.
Guncangan kuat juga dilaporkan di Kabupaten Poso selama kurang lebih enam detik. Warga panik dan BPBD setempat masih melakukan pendataan. Di Kabupaten Sigi, gempa terasa selama lima detik, mendorong warga keluar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus mengases kondisi wilayah. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, getaran dirasakan banyak warga, baik di dalam maupun luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dan dinding bangunan mengeluarkan suara akibat guncangan.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) serta Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong telah berkoordinasi dan melakukan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran menyeluruh. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kebutuhan mendesak dari daerah terdampak. Pendataan terkait kemungkinan korban jiwa dan warga yang mengungsi masih berlangsung.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. โWarga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang,โ ujar Abdul.
Gempa ini menjadi pengingat akan kerentanan Sulawesi Tengah terhadap bencana seismik, mengingat sejarah gempa dahsyat tahun 2018 yang memicu tsunami di Palu. Dengan pendataan yang masih berlangsung, pertanyaan kuncinya adalah seberapa cepat pemerintah daerah dapat memulihkan infrastruktur dan memastikan keselamatan warga di tengah ancaman gempa susulan.



