De Zerbi Isyaratkan Debut Liga Inggris untuk Williams-Barnett, Tottenham Hadapi Krisis Gol
Baca dalam 60 detik
- Tottenham belum mencetak gol dan meraih kemenangan di Liga Inggris musim ini, menjadi sorotan jelang lawatan ke Aston Villa.
- Manajer Roberto De Zerbi memberi sinyal bahwa gelandang muda Luca Williams-Barnett semakin dekat dengan debut di kompetisi domestik.
- Kembalinya James Maddison dan Dejan Kulusevski diyakini bakal mengatasi masalah ketajaman lini depan The Lilywhites.

Tottenham Hotspur masih belum mengoleksi satu pun kemenangan dan gol di Liga Inggris musim ini, dan tekanan semakin meningkat menjelang pertandingan tandang melawan Aston Villa di Villa Park, Sabtu mendatang. Manajer Roberto De Zerbi mengakui bahwa situasi ini menjadi perhatian internal, namun ia menolak mengungkap secara detail penyebab start buruk timnya.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, De Zerbi menyatakan bahwa dirinya memahami kekhawatiran yang ada, tetapi memilih untuk tidak menjelaskan alasan di balik performa kurang memuaskan tersebut. "Saya tidak tahu, tapi yang saya pahami, saya rasa begitu. Bagaimanapun saya maju bersama para pemain dan saya pikir tidak tepat untuk menjelaskan alasan mengapa kami tidak memulai dengan baik," ujarnya. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab ada padanya dan fokus utama adalah perbaikan, bukan mencari pembenaran.
Meski demikian, ada kabar baik dari sisi kebugaran pemain. De Zerbi memastikan Pedro Porro, Sandro Tonali, dan James Maddison sudah tersedia untuk laga melawan Villa. Ia juga memberikan update positif tentang Dejan Kulusevski, yang diperkirakan akan kembali ke kondisi terbaik setelah jeda internasional. "Kami harus mengelola Deki sebaik mungkin, dengan staf medis dan fisik. Tapi ini hal yang bagus karena dia pemain hebat dan orang baik. Dia layak bermain lagi," kata De Zerbi. Ia menambahkan bahwa jeda internasional akan sangat penting bagi pemulihan Kulusevski, dan menganggapnya seperti rekrutan baru saat kembali nanti.
Yang tak kalah menarik, De Zerbi memberikan komentar tentang gelandang muda berbakat, Luca Williams-Barnett. Pemain berusia 17 tahun itu sudah mencicipi atmosfer tim utama di Piala Liga, dan De Zerbi mengisyaratkan bahwa debut di Liga Inggris mungkin tidak lama lagi. "Ya, saya memiliki pertimbangan besar karena dia pemain bagus dan berpotensi menjadi pemain top. Kami harus memahami kapan situasi terbaik untuknya dan juga untuk tim. Ini pekerjaan yang berbeda untuk mengelola pemain muda, terutama yang berpotensi top, karena Anda tidak bisa menempatkan mereka dalam kondisi buruk, tapi juga tidak bisa melupakan mereka," jelasnya. "Saya tidak melupakan Luca, seperti Malachi (Hardy), tapi kami harus menemukan momen yang tepat."
Williams-Barnett sempat dijadwalkan tampil melawan Liverpool sebelum cedera ringan menghalanginya, namun ia kembali ke bangku cadangan untuk tim U-21 pekan ini dan kini kembali dalam pertimbangan. Fleksibilitasnya menjadi nilai tambah; ia telah bermain di enam posisi berbeda sepanjang karier mudanya. Performanya di peran nomor 10 memberikan dorongan serius bagi De Zerbi, terutama dengan kembalinya Maddison yang juga beroperasi di posisi tersebut. De Zerbi secara eksplisit menyebut pentingnya memiliki playmaker sejati di belakang striker, dan ia "sangat senang" memiliki opsi di sana lagi.
"Kami harus mengelola Deki sebaik mungkin, dengan staf medis dan fisik. Tapi ini hal yang bagus karena dia pemain hebat dan orang baik. Dia layak bermain lagi." - Roberto De Zerbi
Dengan Maddison kembali memperkuat lini tengah dan Williams-Barnett mendorong untuk dipanggil ke tim utama di peran yang sama, Tottenham tiba-tiba memiliki kedalaman dan kompetisi di posisi yang akan sangat krusial untuk mengatasi masalah ketajaman mereka. De Zerbi dihadapkan pada tugas untuk menyeimbangkan antara memberikan kesempatan kepada talenta muda dan memenuhi tuntutan hasil instan di Liga Inggris.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi Tottenham ini menjadi cerminan bagaimana klub besar menghadapi tekanan awal musim. Keputusan De Zerbi dalam memanfaatkan pemain muda seperti Williams-Barnett bisa menjadi preseden bagi klub-klub Indonesia yang tengah membangun skuad dengan mengandalkan akademi. Keberanian memberi ruang kepada pemain muda, sembari menjaga stabilitas performa, adalah dilema yang juga dihadapi tim-tim di Liga 1. Pertanyaannya, akankah De Zerbi memberikan kejutan dengan menurunkan Williams-Barnett melawan Villa, atau ia akan menunggu momen yang lebih aman? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi langkah ini bisa menjadi sinyal arah kebijakan Tottenham di sisa musim.



