Gol Telat Kamada Selamatkan Jepang dari Kekalahan di Laga Perdana Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Daichi Kamada menyamakan kedudukan lewat sundulan di menit ke-88 setelah Jepang tertinggal 1-2 dari Belanda.
- Belanda unggul berkat gol Virgil van Dijk dan Crysencio Summerville, namun keunggulan itu sirna di penghujung laga.
- Hasil imbang ini membuat Grup F semakin terbuka, dengan Jepang dan Belanda sama-sama mengantongi satu poin.

Gol sundulan Daichi Kamada memanfaatkan sepak pojok Koki Ogawa pada menit ke-88 memaksa Belanda berbagi angka 2-2 dalam laga perdana Gruf F Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Minggu (14/6) waktu setempat. Hasil ini menjadi kejutan bagi Belanda yang sebelumnya unggul dua gol lebih dulu di babak kedua.
Pertandingan berjalan lamban di babak pertama, dengan kedua tim lebih banyak bermain aman. Namun, segalanya berubah cepat setelah jeda. Belanda yang menempati peringkat delapan dunia membuka keunggulan pada menit ke-50 melalui sundulan kapten Virgil van Dijk yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Bola sempat membentur tiang jauh sebelum masuk ke gawang Zion Suzuki.
Jepang tidak butuh waktu lama untuk membalas. Tujuh menit berselang, Keito Nakamura melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan Takefusa Kubo, menaklukkan kiper Bart Verbruggen. Namun, keunggulan Belanda kembali terbangun pada menit ke-64 ketika Crysencio Summerville melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke tiang kiri gawang Jepang. Skor 2-1 bertahan hingga 20 menit terakhir.
Jepang yang terus menekan akhirnya mendapatkan hadiah pada menit ke-88. Koki Ogawa mengambil tendangan sudut dari sisi kiri, dan Kamada yang lolos dari kawalan pemain belakang Belanda menyambarnya dengan sundulan terarah. Bola sempat mengenai pemain Belanda sebelum masuk ke gawang, membuat para pendukung Samurai Blue bergemuruh.
Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup F semakin ketat. Belanda yang diunggulkan harus puas dengan satu poin, sementara Jepang menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, patut berbangga dengan karakter timnya yang mampu bangkit setelah tertinggal. Di sisi lain, Belanda harus waspada karena laga berikutnya melawan Swedia pada Sabtu (20/6) di Houston tidak akan mudah.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena Jepang merupakan salah satu kekuatan utama Asia. Permainan cepat dan disiplin taktik yang ditunjukkan Samurai Blue bisa menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola nasional. Selain itu, keberhasilan Jepang menahan imbang tim sekelas Belanda membuktikan bahwa sepak bola Asia semakin kompetitif di panggung dunia.
Laga selanjutnya, Jepang akan menghadapi Tunisia di Monterrey, Meksiko, pada hari yang sama. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin menjaga asa lolos ke babak gugur. Sementara Belanda, yang masih diunggulkan, harus segera memperbaiki penyelesaian akhir jika tidak ingin kembali kehilangan poin.



