SanDisk Rilis SSD 8 TB untuk PS5 Seharga Rp48 Juta, Naik 370% dalam Setahun
Baca dalam 60 detik
- SanDisk meluncurkan lini SSD Optimus GX PRO berlisensi resmi PlayStation, dengan varian 8 TB dibanderol US$2.960.
- Harga tersebut melonjak 370% dibanding produk serupa setahun lalu yang hanya US$640, dipicu krisis pasokan global.
- Kenaikan ekstrem ini memicu perdebatan di kalangan gamer Indonesia, mengingat biaya setara tiga unit PS5 Pro.

SanDisk resmi memperkenalkan jajaran SSD terbaru Optimus GX PRO yang dirancang khusus untuk konsol PlayStation 5 dan PS5 Pro. Namun, harga yang dipatok untuk varian tertinggi—8 TB sebesar US$2.960 atau sekitar Rp48 juta—membuat banyak calon pembeli bergidik. Angka itu melambung 370 persen dibandingkan produk serupa setahun lalu yang hanya US$640.
Lini SSD ini mengantongi lisensi resmi dari Sony, menjamin kompatibilitas penuh dengan PS5 dan PS5 Pro tanpa perlu khawatir masalah teknis. SanDisk menyasar gamer hardcore yang membutuhkan ruang penyimpanan ekstra besar untuk koleksi game digital yang kian membengkak. Namun, di tengah krisis pasokan chip global yang belum mereda, banderol yang ditawarkan jauh dari kata ramah kantong.
Berikut rincian harga setiap varian: 1 TB seharga US$380 (Rp6,2 juta), 2 TB US$760 (Rp12,4 juta), 4 TB US$1.500 (Rp24,5 juta), dan 8 TB US$2.960 (Rp48,3 juta). Kenaikan paling mencolok terjadi pada model 8 TB, yang hanya setahun lalu masih bisa ditebus dengan US$640. Artinya, konsumen harus merogoh kocek hampir tiga kali lipat lebih dalam untuk kapasitas yang sama.
Reaksi di media sosial pun langsung ramai. Seorang pengguna dengan akun @E4xtream bercuit, "Harganya ~US$3.000. Lebih murah beli tiga PS5 Pro, hot swap, dan tambah HDD 2 TB atau SATA SSD untuk game PS4." Pernyataan ini mencerminkan kegilaan harga yang dinilai tidak masuk akal oleh banyak gamer. Meski demikian, SanDisk tampaknya yakin bahwa segmen pengguna dengan kebutuhan penyimpanan ekstrem masih bersedia membayar mahal demi kenyamanan.
Bagi gamer Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat pahit akan kesenjangan daya beli. Dengan harga Rp48 juta, konsumen di Tanah Air bisa membeli tiga unit PS5 Pro (masing-masing sekitar Rp15 juta) dan masih memiliki sisa uang untuk aksesori. Belum lagi, opsi alternatif seperti SSD NVMe generik dengan kapasitas serupa bisa ditebus dengan harga sepertiganya, meski tanpa jaminan kompatibilitas resmi. Keputusan SanDisk untuk menaikkan harga secara drastis juga memicu pertanyaan tentang strategi jangka panjang perusahaan di tengah persaingan ketat pasar penyimpanan game.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah konsumen akan tetap loyal pada produk berlisensi resmi atau beralih ke solusi pihak ketiga yang lebih terjangkau. Jika tren kenaikan harga berlanjut, bukan tidak mungkin gamer akan mencari cara kreatif—seperti memanfaatkan penyimpanan eksternal atau cloud—untuk menghindari pengeluaran yang membengkak. Satu hal yang pasti: SSD 8 TB seharga hampir US$3.000 adalah barang mewah yang hanya terjangkau segelintir orang, setidaknya untuk saat ini.



