Black Myth: Wukong Tembus 30 Juta Kopi, Samai Rekor Elden Ring dalam Dua Tahun
Baca dalam 60 detik
- Game besutan Game Science, Black Myth: Wukong, telah terjual lebih dari 30 juta unit secara global dalam waktu kurang dari dua tahun sejak dirilis.
- Setengah dari total penjualan berasal dari luar China, menandakan daya tarik lintas budaya yang kuat di pasar game global.
- Pencapaian ini menyamai rekor Elden Ring yang membutuhkan waktu empat tahun, sekaligus menegaskan potensi besar industri game China di kancah internasional.

Kurang dari dua tahun setelah dirilis pada Agustus 2024, Black Myth: Wukong berhasil menembus angka penjualan 30 juta kopi di seluruh dunia—sebuah pencapaian yang sebelumnya hanya diraih Elden Ring dalam waktu empat tahun. Kabar ini sekaligus mengonfirmasi bahwa game aksi-petualangan garapan studio China, Game Science, bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan tonggak baru dalam industri game global.
Menurut laporan dari media China CYL yang dikutip oleh berbagai sumber, setengah dari total penjualan Black Myth: Wukong berasal dari luar China. Angka ini menunjukkan bahwa game yang terinspirasi dari kisah klasik Perjalanan ke Barat tersebut mampu menembus batas budaya dan bersaing dengan judul-judul AAA dari pengembang Barat. Keberhasilan ini juga memperkuat posisi China sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri game, tidak hanya dari sisi pasar domestik tetapi juga dari segi kualitas produksi.
Pencapaian 30 juta kopi dalam waktu singkat menempatkan Black Myth: Wukong sejajar dengan Elden Ring buatan FromSoftware, yang membutuhkan waktu empat tahun untuk mencapai angka yang sama. Perbandingan ini semakin menarik mengingat Elden Ring dirilis dengan dukungan multiplatform penuh dan basis penggemar global yang sudah mapan, sementara Black Myth: Wukong baru tersedia di PC dan PlayStation 5, dengan versi Xbox Series yang masih dalam pengembangan.
Game Science juga telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menggarap sekuel berjudul Black Myth: Zhong Kui, yang kembali mengambil inspirasi dari mitologi China. Langkah ini menunjukkan ambisi studio untuk membangun waralaba yang berkelanjutan, mirip dengan strategi yang diterapkan oleh pengembang besar seperti FromSoftware dengan seri Soulsborne.
Bagi pasar Indonesia, kesuksesan Black Myth: Wukong membawa angin segar bagi para penggemar game lokal. Dengan populasi gamer yang besar dan minat tinggi terhadap game aksi berkualitas, judul ini berpotensi menjadi katalis bagi pertumbuhan komunitas dan distribusi game AAA di Asia Tenggara. Ke depannya, kesuksesan ini juga dapat mendorong lebih banyak pengembang Asia untuk berinvestasi dalam proyek-proyek ambisius yang berakar pada budaya lokal namun tetap relevan secara global.
Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Black Myth: Wukong mempertahankan momentumnya hingga akhir tahun, terutama dengan hadirnya sekuel dan ekspansi ke platform Xbox? Atau justru persaingan dari judul-judul besar lainnya akan menguji ketahanan waralaba ini? Yang jelas, Game Science telah membuktikan bahwa mitologi China bisa menjadi tambang emas di industri game—sebuah pelajaran berharga bagi pengembang di seluruh dunia.



