Liverpool Incar Bradley Barcola Usai PSG Siap Lepas, Alternatif Mahal di Depan Mata
Baca dalam 60 detik
- Bradley Barcola menyatakan siap hengkang dari PSG setelah tersingkir dari persaingan utama, membuka peluang bagi Liverpool yang sudah menjalin kontak dengan agennya.
- Liverpool sebelumnya membidik Yan Diomande dari RB Leipzig, namun banderol di atas 100 juta poundsterling dan minat PSG membuat transfer itu rumit.
- Barcola, yang musim lalu mencetak 13 gol dan 7 assist serta meraih gelar Liga Champions, bisa menjadi solusi lebih terjangkau dan matang bagi lini serang The Reds.

Liverpool mendapat angin segar dalam perburuan pemain sayap setelah Bradley Barcola memberi sinyal tegas kepada Paris Saint-Germain bahwa ia siap meninggalkan klub musim panas ini. Langkah ini membuka pintu bagi The Reds yang telah lama mengincar pemain berusia 23 tahun itu sebagai alternatif dari target utama mereka, Yan Diomande.
Sejak kedatangan pelatih baru Andoni Iraola, Liverpool gencar memburu pemain sayap untuk menghidupkan kembali daya gedor tim. Nama Diomande, bintang muda RB Leipzig, sempat menjadi prioritas utama. Namun, harga yang dipatok klub Bundesliga tersebut—dilaporkan melebihi 100 juta poundsterling—dan kehadiran PSG dalam perburuan membuat negosiasi semakin pelik. The Reds sendiri masih trauma dengan pengeluaran besar musim lalu yang mencapai sekitar 450 juta poundsterling untuk Florian Wirtz, Alexander Isak, Milos Kerkez, dan Hugo Ekitike, di mana Isak dan Wirtz kesulitan beradaptasi di Anfield.
Di tengah kebuntuan itu, kabar bahwa Barcola ingin hengkang dari PSG menjadi kejutan yang menggembirakan. Menurut laporan TeamTalk, Liverpool telah melakukan pembicaraan langsung dengan agen pemain tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Barcola merasa posisinya di skuad utama PSG terancam setelah performa gemilang Désiré Doué dan Khvicha Kvaratskhelia membuatnya turun peringkat dalam hierarki tim.
PSG sebenarnya masih berharap bisa mempertahankan Barcola dengan kontrak baru, tetapi mereka mulai menerima kenyataan bahwa pemain asal Prancis itu kemungkinan besar akan pergi. Situasi ini bisa menjadi bumerang bagi PSG jika mereka kemudian beralih memburu Diomande, yang justru akan memaksa Liverpool untuk mengamankan jasa Barcola sebagai gantinya. Namun, kepindahan Barcola ke Anfield bukanlah sebuah kemunduran. Musim lalu, ia mencatatkan 13 gol dan 7 assist di semua kompetisi, serta membawa pulang medali juara Liga Champions. Catatan itu membuatnya layak dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang.
Konteks ini menarik bagi pengamat sepak bola Indonesia, terutama yang mengikuti Liga Inggris. Liverpool tengah membangun ulang skuad di bawah era Iraola, dan perekrutan pemain seperti Barcola bisa menjadi sinyal bahwa klub tidak hanya mengejar nama besar, tetapi juga pemain yang sudah terbukti di panggung Eropa. Bagi PSG, kehilangan Barcola bisa menjadi pukulan, namun juga membuka ruang bagi pemain muda lain seperti Doué untuk berkembang.
Keputusan akhir masih bergantung pada negosiasi antara klub dan pemain. Liverpool harus memastikan bahwa Barcola adalah pilihan tepat, mengingat pengalaman mereka dengan pemain mahal yang gagal bersinar. Apakah Barcola akan menjadi solusi jangka panjang atau sekadar pelarian dari target utama? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



