Kotozakura Kalahkan Kirishima di Hari Pembuka Turnamen Sumo Paris
Baca dalam 60 detik
- Pegulat ozeki Kotozakura menaklukkan rival sekelasnya Kirishima di final hari pertama ekshibisi sumo di Paris.
- Turnamen dua hari di Accor Arena ini menjadi ajang promosi budaya Jepang di Eropa, dengan partisipasi para pegulat divisi makuuchi.
- Kotozakura berpeluang menjadi juara umum jika kembali menang pada hari kedua, atau akan menghadapi pemenang hari Minggu.

Pegulat sumo berpangkat ozeki, Kotozakura, sukses mengalahkan sesama ozeki Kirishima di partai final pada hari pertama turnamen ekshibisi yang digelar Asosiasi Sumo Jepang di Paris, Sabtu (14/6). Kemenangan ini menjadi awal yang impresif bagi Kotozakura yang sebelumnya harus absen di turnamen besar bulan Mei akibat cedera punggung.
Paris menjadi tuan rumah ajang sumo divisi makuuchi untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya digelar pada 1986 dan 1995. Turnamen dua hari di Accor Arena ini diikuti oleh para pegulat papan atas Jepang dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan olahraga tradisional tersebut ke kancah internasional. Ekshibisi ini merupakan kegiatan luar negeri pertama Asosiasi Sumo Jepang sejak tur ke London pada Oktober tahun lalu.
Kotozakura menunjukkan performa tangguh sepanjang hari. Di perempat final, ia mendorong keluar maegashira Chiyoshoma, lalu menyusul kemenangan atas mantan sekiwake Abi di semifinal dengan teknik tarik jatuh. Sementara itu, yokozuna Hoshoryu harus mengakui keunggulan Kirishima di semifinal setelah didorong keluar. Adapun yokozuna lainnya, Onosato, tersingkir lebih awal di babak ketiga setelah dikalahkan maegashira Wakamotoharu melalui bantingan lengan atas.
Turnamen akan berlanjut pada hari Minggu dengan format satu hari penuh. Kotozakura akan dinobatkan sebagai juara umum jika mampu mengulangi kesuksesannya. Bila tidak, ia harus bertarung melawan pemenang hari Minggu untuk memperebutkan gelar. Sistem ini memberikan drama tambahan bagi para penggemar sumo di Eropa yang menantikan aksi para pegulat elite Jepang.
Bagi Indonesia, meskipun sumo bukan olahraga arus utama, popularitasnya mulai tumbuh seiring dengan meningkatnya minat terhadap budaya Jepang. Turnamen seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet bela diri tradisional Indonesia untuk lebih giat mempromosikan olahraga lokal di kancah internasional. Kehadiran sumo di Paris juga menunjukkan bagaimana olahraga tradisional bisa bertransformasi menjadi tontonan global tanpa kehilangan akar budayanya.
Pertanyaan selanjutnya adalah mampukah Kotozakura mempertahankan performanya di hari kedua? Atau akankah muncul kejutan dari pegulat lain yang bisa merebut gelar juara umum? Publik sumo dunia menanti jawabannya di Accor Arena, Minggu besok.



