Krisis Kapten Timnas Inggris: Bayang-bayang Stokes di The Oval
Baca dalam 60 detik
- Ben Stokes absen pada laga kedua melawan Selandia Baru di The Oval menyusul insiden di luar lapangan yang memicu investigasi ECB.
- Tanpa Stokes, Inggris melakukan lima perubahan pemain dan menurunkan tiga debutan, menandai transformasi skuad paling drastis dalam 25 tahun terakhir.
- Masa depan Stokes sebagai kapten masih belum jelas; ECB membantah memintanya mundur, namun tidak ada pernyataan resmi soal kembalinya ia memimpin tim.

Ben Stokes tidak akan bermain dalam laga kedua Inggris melawan Selandia Baru di The Oval, Rabu (12/6), menyusul kontroversi di luar lapangan yang membuat masa depannya sebagai kapten tim nasional digantung. Kepergiannya meninggalkan lubang besar di tim yang tengah berjuang memutus puasa kemenangan seri selama 18 bulan.
Kapten berusia 35 tahun itu menjadi tidak tersedia setelah insiden yang melibatkan dugaan pelanggaran aturan jam malam tim. ECB membantah telah meminta Stokes mundur dari jabatan kapten, namun hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari pelatih Brendon McCullum maupun direktur kriket Rob Key yang memastikan Stokes akan kembali memimpin tim. Joe Root, yang akan memimpin Inggris untuk ke-65 kalinya, enggan menyatakan ambisinya menjadi kapten tetap.
Ketidakhadiran Stokes memaksa Inggris melakukan lima perubahan pemain dibandingkan laga sebelumnya. Jordan Cox dan Sonny Baker akan menjalani debut, sementara Shoaib Bashir yang tidak kebagian bola di Lord's harus dicoret. Ini adalah pertama kalinya sejak 1999 Inggris melakukan lima pergantian dalam satu seri kandang, dan tiga debutan dalam satu XI terjadi terakhir kali di The Oval pada 2017.
Brendon McCullum mengaku khawatir dengan kondisi mental Stokes, namun pelatih Durham Ryan Campbell menyebut sang pemain dalam "semangat yang baik". Stokes sebelumnya pernah mengambil cuti untuk kesehatan mental dan mengalami cedera wajah saat melatih akademi Durham. Beberapa sumber di Lord's mengatakan Stokes tidak tampak seperti dirinya sendiri setelah kemenangan dramatis di laga pertama.
Tanpa Stokes, Inggris kehilangan keseimbangan tim. Kemampuan all-round-nya selama ini menutupi kelemahan di sektor batting dan bowling. Kini, tim harus mengandalkan pemain muda yang minim pengalaman. Transformasi skuad juga terlihat dari perbandingan dengan laga Ashes 2023 di The Oval, di mana Inggris masih memiliki James Anderson, Stuart Broad, Jonny Bairstow, Moeen Ali, Mark Wood, dan Chris Woakes—kini semuanya sudah tidak ada.
Bagi penggemar kriket Indonesia, kisruh ini mengingatkan pada pentingnya manajemen pemain dan keseimbangan antara disiplin serta kesejahteraan atlet. Di tengah gempuran jadwal padat dan tekanan media, kasus Stokes bisa menjadi pelajaran bagi federasi olahraga di Tanah Air untuk lebih serius menangani aspek mental pemain.
Yang menarik, Stokes dijadwalkan bermain untuk Durham melawan Northamptonshire pada Jumat—sebuah ironi ketika kapten Inggris justru tampil di kriket county saat tim nasionalnya bertanding. Pertanyaan besar kini: akankah Stokes kembali memimpin Inggris di Ashes 2026, atau kisah kapten superman ini akan berakhir sebelum dongeng itu selesai?



