Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 Jadi Batu Loncatan, Garuda Muda Bidik Tiket Piala Asia U-20
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia U-19 mengunci posisi ketiga Piala AFF U-19 2026 dengan rekor empat kemenangan dan satu kekalahan.
- Pelatih Nova Arianto akan menggenjot jam terbang internasional pemain melalui uji coba untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
- Garuda Muda tergabung di Grup H bersama Australia, Malaysia, dan Laos dalam perebutan tiket putaran final.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258676/original/007050900_1781400608-1000119139.jpg)
Timnas Indonesia U-19 resmi mengalihkan konsentrasi ke Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah menuntaskan Piala AFF U-19 2026 di peringkat ketiga. Pelatih Nova Arianto menegaskan bahwa hasil tersebut bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk evaluasi dan persiapan menuju tantangan yang lebih berat.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Nova menyebut turnamen regional itu menjadi ajang uji coba komposisi pemain terbaik. "Piala AFF U-19 adalah kesempatan kami untuk mencoba semua pemain yang ada untuk mencari komposisi pemain terbaik yang bisa kami bawa menuju persiapan Qualification Asian Cup U-20," ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Sepanjang turnamen, Garuda Muda mencatat empat kemenangan dan hanya sekali kalah dari Australia. Mereka membungkam Myanmar, Timor Leste, Vietnam, dan Kamboja di laga perebutan tempat ketiga melalui gol tunggal Algazani Dwi Sugandi pada menit ke-62. Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi sembilan gol dan kebobolan dua kali.
Nova menggarisbawahi pentingnya menambah pengalaman bertanding level internasional. "Evaluasi akan dilakukan termasuk mencoba kesempatan untuk menambah jam terbang pemain di uji coba internasional karena pastinya dengan makin banyak jam terbang internasional pemain akan bisa lebih cepat berkembang dan beradaptasi dengan situasi pertandingan dengan level yang berbeda," jelas pelatih berusia 46 tahun itu.
Di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Indonesia tergabung di Grup H bersama Australia, Malaysia, dan Laos. Hanya juara grup yang otomatis lolos, sementara runner-up terbaik masih berpeluang melaju. Australia menjadi lawan terkuat yang harus dihadapi, mengingat mereka juga menjadi satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Indonesia di Piala AFF U-19.
Bagi sepak bola Indonesia, pencapaian di level junior menjadi indikator regenerasi pemain. Kegagalan di Piala Asia U-20 sebelumnya membuat publik menanti gebrakan Nova Arianto. Dengan pengalaman di AFF U-19, diharapkan Garuda Muda mampu bersaing lebih ketat di kualifikasi. Pertanyaannya, apakah evaluasi dan uji coba internasional yang direncanakan cukup untuk menembus dominasi Australia dan merebut satu tiket ke putaran final?



