Australia Hajar Thailand 2-0, Kunci Gelar Juara Piala AFF U-19 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Australia U-19 memastikan diri menjadi kampiun Piala AFF U-19 2026 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 2-0 di Stadion Utama Sumatra Utara.
- Dua gol kemenangan Australia tercipta melalui sundulan Alexander Garbowski pada babak pertama dan sepakan Beckham Becker di masa injury time.
- Keberhasilan ini menegaskan dominasi Australia di level usia muda Asia Tenggara, sekaligus menjadi evaluasi bagi Thailand yang gagal memanfaatkan peluang sepanjang laga.
Timnas Australia U-19 sukses mengangkat trofi Piala AFF U-19 2026 setelah menundukkan Thailand dengan skor telak 2-0 dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, Sabtu (13/6) malam. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan status Australia sebagai raja baru sepak bola usia muda Asia Tenggara, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi Thailand yang selama ini diunggulkan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan tempo permainan yang tinggi. Australia yang mengandalkan kecepatan di sayap beberapa kali merepotkan lini belakang Thailand. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor masih 0-0 hingga menit ke-40.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-42 melalui skema sepak pojok. Lawrence Wong yang menjadi eksekutor melepaskan umpan melengkung ke tiang jauh. Alexander Garbowski yang lepas dari penjagaan berhasil menyundul bola dengan keras ke dalam gawang Thailand. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Thailand berusaha meningkatkan tekanan. Pelatih Thailand melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Namun, pertahanan Australia yang disiplin dan transisi cepat mereka membuat Thailand kesulitan menciptakan peluang emas. Beberapa kali serangan Thailand kandas di kotak penalti.
Petaka bagi Thailand datang pada menit ke-90+8. Saat lini belakang Thailand lengah, Beckham Becker dengan tenang memanfaatkan celah dan melepaskan tembakan yang tidak mampu dihalau kiper Thailand. Skor 2-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Bagi Thailand, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Mereka sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi gagal mengonversi peluang menjadi gol. Pelatih Thailand, dalam konferensi pers setelah pertandingan, mengakui bahwa penyelesaian akhir menjadi kelemahan utama timnya. βKami mendominasi permainan, tetapi tidak mampu mencetak gol. Ini yang harus kami perbaiki ke depan,β ujarnya.
Kemenangan Australia ini juga menjadi bukti bahwa program pembinaan usia muda mereka berjalan efektif. Dengan materi pemain yang sebagian besar berasal dari akademi klub-klub Eropa, Australia mampu tampil lebih matang dalam momen krusial. Ke depan, Australia diprediksi akan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di level Asia Tenggara dan Asia.
Piala AFF U-19 2026 sendiri diikuti oleh 12 negara anggota AFF. Turnamen ini menjadi ajang pemanasan bagi tim-tim muda menjelang kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Bagi Indonesia, hasil ini menjadi bahan evaluasi setelah gagal melaju ke semifinal. Pertanyaan besarnya: akankah Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dari Australia dan Thailand dalam pengembangan sepak bola usia muda?



