Yoshinobu Yamamoto Hampir No-Hitter, Dodgers Hajar White Sox 7-1
Baca dalam 60 detik
- Yamamoto membawa peluang no-hitter hingga inning kedelapan sebelum error Mookie Betts menghentikannya.
- Max Muncy mencetak dua home run dan empat RBI, sementara Shohei Ohtani membuka laga dengan home run kelimanya musim ini.
- Kemenangan ini memutus tren delapan kemenangan beruntun White Sox di kandang sejak Agustus 2020.

Yoshinobu Yamamoto nyaris mencatatkan no-hitter sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan pemukul Chicago White Sox pada inning kesembilan, Sabtu (14/6). Pelempar asal Jepang itu tetap membawa Los Angeles Dodgers menang telak 7-1 di Guaranteed Rate Field, Chicago.
Yamamoto, yang baru berusia 27 tahun, tampil dominan dengan meredam 23 pemukul pertama White Sox tanpa satu pun pukulan. Peluang no-hitter-nya buyar setelah shortstop Mookie Betts melakukan error pada bola ground Chase Meidroth di inning kedelapan. Meski demikian, Yamamoto tetap mendapat sambutan meriah dari 37.832 penonton yang memadati stadion saat digantikan pada inning kesembilan.
Pemukul White Sox, Tristan Peters, akhirnya memecahkan kebuntuan dengan home run leadoff di inning kesembilan—sekaligus mengakhiri mimpi Yamamoto. Pelempar tangan kanan itu mencatatkan tujuh strikeout dalam 109 lemparan, 74 di antaranya strike. Kemenangan ini menjadi yang keempat berturut-turut bagi Yamamoto musim ini.
Max Muncy menjadi bintang ofensif Dodgers dengan dua home run dan empat run batted in (RBI). Home run pertamanya pada inning pertama—setelah single Mookie Betts—membawa Dodgers unggul 3-0. Muncy kembali mencetak dua run pada inning kedelapan untuk memperlebar keunggulan. Sementara itu, Shohei Ohtani yang baru pulih dari peradangan lutut kiri langsung menunjukkan tajinya dengan home run leadoff di inning pertama—sebuah fastball 109,6 mph yang melesat sejauh 409 kaki ke kanan.
Bagi pecinta bisbol di Indonesia, performa Yamamoto dan Ohtani menjadi tontonan menarik. Keduanya merupakan ikon bisbol Asia yang membuktikan dominasi di liga paling bergengsi dunia. Yamamoto, yang direkrut dengan kontrak besar dari Orix Buffaloes Jepang, terus menunjukkan konsistensi sebagai ace Dodgers. Sementara Ohtani, yang juga berasal dari Jepang, tetap menjadi ancaman utama di lini atas pemukul.
Di sisi lain, kekalahan ini memutus rekor delapan kemenangan kandang beruntun White Sox—pencapaian terbaik mereka sejak Agustus 2020. Pelempar awal White Sox, Sean Burke, hanya mampu bertahan empat inning dengan kebobolan empat run dan enam pukulan. Seri ini akan berlanjut pada Minggu (15/6) dengan Emmet Sheehan (3-3, 4.70 ERA) di pihak Dodgers melawan Bryan Hudson (3-2, 2.25 ERA) sebagai opener untuk White Sox.
Pertanyaan yang mengemuka: mampukah Yamamoto mempertahankan performa puncaknya sepanjang musim? Atau akankah White Sox bangkit kembali di kandang sendiri? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



