West Indies Bungkam Juara Bertahan Selandia Baru di Laga Pembuka T20 World Cup
Baca dalam 60 detik
- West Indies menang dramatis atas Selandia Baru dengan satu bola tersisa berkat penampilan gemilang Shemaine Campbelle yang mencetak 90*.
- Kekalahan ini membuat persaingan di Grup 2 semakin ketat, dengan Inggris difavoritkan sebagai juara grup dan posisi kedua masih terbuka lebar.
- Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi contoh bagaimana tekanan di laga pembuka dapat memengaruhi performa tim unggulan.

West Indies sukses menumbangkan juara bertahan Selandia Baru dalam pertandingan pembuka Grup 2 Women's T20 World Cup di Southampton, Selasa (3/10). Dalam laga yang berlangsung sengit hingga bola terakhir, tim asuhan Courtney Walsh meraih kemenangan dengan satu bola tersisa setelah mengejar target 163 run.
Penampilan heroik Shemaine Campbelle menjadi kunci kemenangan West Indies. Pemain berusia 30 tahun itu mencetak 90 run tidak terkalahkan dari 62 bola, termasuk 12 four dan satu six. Ini adalah half-century T20 pertamanya dalam 122 pertandingan untuk West Indies, membuatnya tak kuasa menahan tangis usai pertandingan. Campbelle mendapat dukungan dari Hayley Matthews yang mencetak 48 run setelah sempat dijatuhkan oleh fielder Selandia Baru saat masih berada di angka 9.
Selandia Baru sebenarnya tampil kompetitif setelah memenangkan undian dan memutuskan untuk memukul terlebih dahulu. Mereka mencetak 162-6 dalam 20 overs, dengan kontribusi dari Brooke Halliday (40), Izzy Gaze (39), dan Maddy Green (35). Namun, pelempar West Indies Aaliyah Alleyne tampil impresif dengan mengambil 4 wicket hanya dengan kebobolan 27 run, termasuk momen krusial saat memecahkan kemitraan awal Selandia Baru.
Babak kedua pertandingan menjadi milik West Indies. Meskipun kehilangan beberapa wicket awal, Campbelle dan Matthews membangun kemitraan penting yang membawa tim mendekati target. Saat dibutuhkan 6 run dari over terakhir yang dilempar kapten Selandia Baru Sophie Devine, Campbelle dengan tenang memberikan strike kepada Jahzara Claxton yang berusia 20 tahun. Keduanya kemudian berlari untuk satu bye dari bola kedua terakhir, memastikan kemenangan dramatis.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Selandia Baru yang merupakan juara bertahan. Mereka harus segera bangkit karena persaingan di Grup 2 sangat ketat. Inggris difavoritkan sebagai juara grup, namun posisi kedua masih terbuka lebar antara Selandia Baru, West Indies, dan tim lainnya. Bagi Indonesia, pertandingan ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya konsentrasi penuh sepanjang pertandingan, terutama saat menghadapi tekanan di laga pembuka. Kesalahan kecil seperti dropped catch dapat berakibat fatal, seperti yang dialami Selandia Baru saat melepas Matthews.
Ke depan, West Indies akan berusaha mempertahankan momentum ini, sementara Selandia Baru harus segera memperbaiki kelemahan mereka jika ingin mempertahankan gelar. Pertanyaan besarnya, mampukah Selandia Baru bangkit dari kekalahan perdana ini dan merebut kembali kepercayaan diri mereka?



