Australia Tampil Perkasa di Laga Perdana T20 World Cup: Kalahkan Afrika Selatan 65 Run
Baca dalam 60 detik
- Australia mengawali T20 World Cup dengan kemenangan telak 65 run atas Afrika Selatan, berkat performa gemilang Georgia Wareham (3-13 dan 32 run) serta Phoebe Litchfield (50 off 24).
- Kekalahan ini menempatkan Afrika Selatan dalam tekanan, karena harus mengalahkan India pada 21 Juni untuk menjaga peluang lolos ke semifinal Grup 1 yang ketat.
- Meski tidak dalam performa terbaik, kedalaman skuad Australia—dengan kontribusi dari berbagai pemain—menegaskan status mereka sebagai tim yang sulit dikalahkan di turnamen ini.

Australia membuka kampanye T20 World Cup dengan pernyataan tegas. Menghadapi Afrika Selatan, salah satu unggulan Grup 1, tim asuhan Sophie Molineux meraih kemenangan meyakinkan 65 run di Dubai, Selasa (18/6). Kemenangan ini tidak hanya mengamankan dua poin, tetapi juga mengirim sinyal kepada pesaing lain, termasuk India yang juga berada di grup yang sama, bahwa Australia tetap menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Dubai International Stadium, Australia sempat kesulitan di awal inning. Kehilangan Georgia Voll tanpa skor pada bola keempat membuat mereka tertekan. Namun, Phoebe Litchfield tampil agresif dengan 50 run dari 24 bola, termasuk pukulan-pukulan keras ke seamer Shabnim Ismail. Dukungan dari Ellyse Perry (36) dan Georgia Wareham (32) membawa Australia ke total 172-8—skor yang terbukti cukup tangguh.
Afrika Selatan, yang tampil di tiga final dunia terakhir, tidak mampu mengejar target. Mereka kehilangan tiga gawang awal di powerplay, termasuk Sune Luus dan Annerie Dercksen. Laura Wolvaardt berusaha membangun kemitraan dengan Marizanne Kapp, tetapi Wareham menjadi mimpi buruk bagi Afrika Selatan. Ia berlari keluar Kapp dengan lemparan akurat dari deep, lalu menangkap tangkapan rendah di cover untuk menyingkirkan Wolvaardt (44). Wareham juga mengambil 3-13 dengan bola, menjadikannya pemain kunci pertandingan.
Kekalahan ini membuat Afrika Selatan berada di posisi sulit. Mereka harus mengalahkan India pada pertandingan berikutnya, Minggu (21/6), untuk menjaga peluang lolos ke semifinal. India, juara bertahan Piala Dunia 50-over, juga menjadi ancaman serius di grup ini. Sementara itu, Inggris menunjukkan performa impresif di awal turnamen, menambah persaingan ketat.
Bagi Australia, kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad mereka. Meskipun kehilangan wicket secara teratur, mereka memiliki pemain seperti Annabel Sutherland—pemilik empat ratus Test—yang turun di nomor tujuh. Semua pemain, kecuali Voll, memberikan kontribusi. Di sisi bowling, Molineux dan Alana King mengambil dua wicket masing-masing dengan spin, sementara Gardner menambah satu. Kombinasi ini membuat Australia tampil tidak berbeda dari era keemasan mereka sebelumnya.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi kapten baru Sophie Molineux. Dengan banyak opsi bowling, ia mampu mengatur strategi yang efektif. Afrika Selatan, yang mengandalkan pace, tampak salah membaca kondisi pitch. Sebaliknya, spinner Australia mendominasi, mengambil total tujuh wicket.
Ke depan, Australia akan menghadapi lawan-lawan yang lebih berat. Namun, dengan performa seperti ini, mereka layak diunggulkan. Pertanyaan besarnya: mampukah tim lain menghentikan laju Australia, atau akankah mereka kembali merebut mahkota yang sempat lepas?

