Rod Stewart Batalkan Konser Mendadak: Infeksi Saluran Napas Kambuh Lagi
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi legendaris Rod Stewart membatalkan konser di Chula Vista, California, hanya beberapa jam sebelum panggung dimulai karena menderita laringitis akut.
- Ini adalah kali kedua dalam sebulan terakhir Stewart harus menghentikan pertunjukan akibat masalah suara, setelah sebelumnya membatalkan residensi di Las Vegas karena infeksi sinus.
- Kondisi kesehatannya yang rentan pada usia 81 tahun menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan tur konsernya di masa mendatang.

Rod Stewart kembali memutuskan untuk membatalkan konser mendadak, kali ini di Chula Vista, California, Jumat malam (12/6), setelah didiagnosis menderita infeksi saluran pernapasan akut yang menyebabkan radang pita suara. Keputusan itu diambil hanya beberapa jam sebelum ia dijadwalkan naik panggung di North Island Credit Union Amphitheatre.
Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram Stories, manajemen Stewart mengungkapkan bahwa sang rocker berusia 81 tahun itu sudah berusaha keras untuk tetap tampil, bahkan telah tiba di lokasi acara. Namun, atas saran dokter, ia tidak diperkenankan menyanyi karena risiko memperparah kondisi laringitis yang dideritanya. Laringitis adalah peradangan pada kotak suara yang dapat menyebabkan suara serak hingga kehilangan suara sepenuhnya.
Stewart sendiri mengunggah foto dirinya berdiri di atas panggung yang kosong, dengan latar belakang kru yang mulai membongkar peralatan. Dalam keterangannya, ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para penggemar yang sudah menanti. βSaya sangat kecewa dan dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Saya melakukan semua yang saya bisa agar pertunjukan tetap berlangsung, tetapi sayangnya tidak mungkin,β tulisnya. Ia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadwalkan ulang konser tersebut.
Pembatalan ini menjadi yang kedua dalam waktu kurang dari sebulan. Pada akhir Mei, Stewart juga membatalkan dua pertunjukan residensi The Encore Shows di The Colosseum, Caesars Palace, Las Vegas, karena infeksi sinus yang mengharuskannya menjalani istirahat vokal. Saat itu, ia menyampaikan permintaan maaf serupa dan berjanji akan kembali pada awal Juni. Ia akhirnya tampil kembali pada 2 Juni, namun kini masalah kesehatan kembali menghadang.
Bagi penggemar musik di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, namun memberikan gambaran betapa rentannya kondisi fisik seorang musisi senior. Stewart, yang telah malang melintang di industri musik selama lebih dari lima dekade, tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan terus melakukan tur di usia senja. Namun, risiko kesehatan seperti infeksi saluran napas menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan. Di Indonesia sendiri, banyak musisi lawas yang masih aktif manggung, dan kasus seperti ini bisa menjadi pengingat pentingnya manajemen kesehatan bagi para pelaku industri hiburan.
Laringitis, meski umumnya sembuh dalam satu hingga dua minggu, bisa menjadi serius jika dipaksakan. National Health Service (NHS) Inggris mencatat gejala seperti batuk persisten, sakit tenggorokan, dan suara serak. Untuk penyanyi, kondisi ini bisa menjadi mimpi buruk karena pita suara adalah alat kerja utama. Stewart sendiri mengaku sudah menjalani perawatan dan merasa lebih baik, tetapi suaranya belum pulih sepenuhnya.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Stewart akan mampu menyelesaikan jadwal turnya tanpa gangguan lebih lanjut. Dengan usia yang terus bertambah, setiap masalah kesehatan kecil berpotensi menjadi besar. Para penggemar tentu berharap ia bisa segera pulih dan kembali menghibur, namun keputusan medis harus tetap menjadi prioritas utama.



