Gempa M 6,7 Guncang Palu, RSUD Anutapura Evakuasi Pasien ke Halaman
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 melanda Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa siang, memicu evakuasi massal di RSUD Anutapura.
- Pusat gempa berada 42 km tenggara Kota Palu dengan kedalaman dangkal, menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan kepanikan warga.
- Evakuasi pasien dan keluarga ke luar gedung dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan, sementara situasi berangsur normal namun trauma masih terasa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260538/original/030801800_1781600356-1.jpg)
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) siang memaksa pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura mengevakuasi pasien dan keluarganya ke luar gedung. Langkah darurat ini diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya dari gempa susulan serta risiko kerusakan struktur bangunan rumah sakit.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11.27 WITA dengan pusat gempa berada di 42 kilometer tenggara Kota Palu. Guncangan tergolong dangkal sehingga dampaknya terasa cukup kuat di permukaan. Warga yang masih trauma dengan gempa dahsyat tahun 2018 langsung berhamburan keluar rumah dan gedung bertingkat.
Proses evakuasi di RSUD Anutapura berlangsung cepat. Para perawat dan petugas medis membantu memindahkan pasien, termasuk yang menggunakan kursi roda dan tempat tidur, ke area parkir dan halaman rumah sakit. Keluarga pasien juga turut serta mengamankan barang-barang berharga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa tersebut.
Sejumlah bangunan di Palu dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Foto-foto yang beredar menunjukkan retakan di dinding dan beberapa atap yang bergeser. Warga masih enggan kembali ke dalam rumah karena khawatir terjadi gempa susulan. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.
Bagi Indonesia, gempa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama di daerah rawan gempa seperti Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah bersama BPBD setempat telah mendirikan posko darurat dan mendistribusikan logistik bagi warga yang mengungsi. RSUD Anutapura sendiri telah menyiapkan tenda darurat untuk pelayanan kesehatan sementara.
Ke depan, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap standar bangunan tahan gempa, khususnya fasilitas publik seperti rumah sakit. Apakah infrastruktur di Palu sudah cukup tangguh menghadapi gempa besar? Pertanyaan ini mendesak untuk dijawab demi keselamatan masyarakat.



