Anak Artis Alami Kecelakaan Bouncy Castle: Trauma dan Risiko Tersembunyi di Balik Hiburan Anak
Baca dalam 60 detik
- Putra Jess Wright, Presley (4), mengalami kecelakaan saat bermain bouncy castle hingga sempat kehilangan kesadaran dan dilarikan ke rumah sakit.
- Kejadian ini menyoroti risiko serius dari bouncy castle, terutama bagi anak dengan kondisi jantung seperti bicuspid aortic valve yang dimiliki Presley.
- Jess Wright mendesak orang tua untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya bouncy castle, meskipun pengawasan sudah dilakukan.

Aktris dan selebriti Inggris Jess Wright mengungkapkan bahwa putranya yang berusia empat tahun, Presley, masih mengalami trauma ringan setelah terlempar dari bouncy castle dan sempat tidak sadarkan diri dalam sebuah pesta ulang tahun. Insiden yang terjadi pekan lalu itu sontak menjadi peringatan bagi para orang tua akan bahaya tersembunyi dari wahana tiup yang kerap dianggap aman.
Dalam wawancara di acara This Morning ITV, Wright menceritakan detik-detik menegangkan saat Presley jatuh dari ketinggian sekitar tiga meter dan mendarat telungkup di lantai kayu keras. โKami mendengar suara benturan keras, dan semua orang di ruangan terkesiap. Saya menoleh dan melihatnya terpental,โ ujar Wright. Anak laki-laki itu sempat kesulitan bernapas dan wajahnya membiru selama 10 hingga 15 detik sebelum perlahan sadar kembali.
Presley, yang memiliki kondisi jantung bawaan bicuspid aortic valve, langsung dilarikan ke unit trauma Rumah Sakit Royal London dengan ambulans yang dikawal polisi. Dokter sempat membahas kemungkinan patah tulang rusuk atau cedera tulang belakang. Beruntung, setelah pemeriksaan menyeluruh, Presley hanya mengalami beberapa memar dan diperbolehkan pulang. โDia baik-baik saja, meski masih sedikit trauma. Tapi anak-anak cepat pulih,โ kata Wright.
Kecelakaan ini mengingatkan kembali bahwa bouncy castle, meskipun populer sebagai hiburan anak, menyimpan risiko cedera serius. Menurut data dari Komisi Keamanan Produk Konsumen AS (CPSC), ribuan anak dirawat di unit gawat darurat setiap tahun akibat kecelakaan terkait bouncy castle. Di Indonesia, meskipun data resmi minim, kasus serupa kerap terjadi dan sering kali luput dari perhatian karena dianggap sebagai risiko kecil.
Wright mengaku insiden ini membuatnya lebih vokal tentang keselamatan. โIni musim panas, bouncy castle akan ada di mana-mana. Saya hanya ingin orang tua lebih waspada, berdiri lebih dekat, dan jangan menganggap remeh,โ tegasnya. Ia menambahkan bahwa meskipun sudah mengawasi, kecelakaan tetap bisa terjadi.
Bagi orang tua di Indonesia, pesan ini relevan mengingat maraknya penyewaan bouncy castle untuk acara ulang tahun dan festival. Sayangnya, standar keamanan dan pengawasan di Indonesia masih bervariasi. Beberapa kasus kecelakaan bouncy castle di Tanah Air pernah dilaporkan, mulai dari anak terjatuh hingga wahana yang tidak terpasang dengan benar. Hal ini menuntut peran aktif orang tua untuk memeriksa kondisi wahana, memastikan pengawasan ketat, dan tidak ragu menolak jika dirasa tidak aman.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah: apakah regulasi dan kesadaran publik di Indonesia akan meningkat setelah kasus seperti ini? Ataukah kecelakaan serupa akan terus berulang sebelum ada tindakan nyata?



