Balogun Puncaki Klasemen Sementara Sepatu Emas Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, memimpin perburuan Sepatu Emas setelah mencetak dua gol di laga perdana melawan Paraguay.
- Hingga saat ini baru delapan dari 48 tim yang bertanding, sehingga persaingan masih sangat terbuka.
- Aturan tie-break menggunakan jumlah assist dan menit bermain jika ada pemain dengan jumlah gol sama.
Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat, untuk sementara memimpin klasemen pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Paraguay di pertandingan pembuka Grup D, Jumat (12/6) waktu setempat.
Pemain berusia 25 tahun yang memperkuat AS Monaco itu menjadi pemain Amerika Serikat pertama yang mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1930. Dua golnya di babak pertama di Los Angeles Stadium langsung menempatkannya di puncak perburuan Sepatu Emas Adidas, penghargaan yang diberikan kepada pencetak gol terbanyak turnamen.
Meski demikian, persaingan masih sangat panjang. Hingga saat ini baru delapan dari 48 tim peserta yang sudah bertanding. FIFA mengonfirmasi bahwa masih ada 40 tim lain yang akan memulai perjalanan mereka dalam beberapa hari dan pekan ke depan. Artinya, puncak klasemen bisa berubah kapan saja.
Selain Balogun, ada sembilan pemain lain yang sudah mencatatkan satu gol. Mereka adalah Hwang Inbeom (Korea Selatan), Giovanni Reyna (AS), Cyle Larin (Kanada), Oh Hyeongyu (Korea Selatan), Mauricio (Paraguay), Jovo Lukic (Bosnia dan Herzegovina), Raul Jimenez (Meksiko), Julian Quinones (Meksiko), dan Ladislav Krejci (Ceko). Dari kesepuluh pemain tersebut, hanya Hwang Inbeom yang juga mencatatkan satu assist.
Aturan perolehan Sepatu Emas Adidas cukup ketat. Jika dua atau lebih pemain memiliki jumlah gol yang sama, maka jumlah assist yang dicatatkan oleh FIFA Technical Study Group akan menjadi pembeda. Jika masih imbang, pemain dengan total menit bermain lebih sedikit akan menduduki peringkat lebih tinggi. Hal ini mendorong efisiensi di lini depan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan ini menarik untuk diikuti karena beberapa pemain Asia, seperti Hwang Inbeom dan Oh Hyeongyu dari Korea Selatan, menunjukkan performa awal yang solid. Meski timnas Indonesia tidak lolos ke Piala Dunia 2026, ajang ini tetap relevan sebagai barometer perkembangan sepak bola Asia dan potensi pemain diaspora yang mungkin suatu hari memperkuat Merah Putih.
Dengan masih banyaknya pertandingan fase grup dan babak gugur, posisi Balogun di puncak belum aman. Akankah ada pemain lain yang mampu menyamai atau bahkan melampaui catatan dua golnya? Atau justru Balogun akan terus menjauh? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



