Ribuan Personel Dikerahkan, Warga Berjam-jam Nantikan Aksi Mahasiswa di Bundaran HI
Baca dalam 60 detik
- Warga memadati sky view deck Halte Transjakarta Bundaran HI sejak siang untuk menyaksikan demonstrasi mahasiswa yang berlangsung Jumat (12/6/2026).
- Polda Metro Jaya mengerahkan 4.151 personel gabungan Polri-TNI guna mengamankan aksi unjuk rasa yang berpusat di kawasan Jakarta Pusat.
- Rekayasa lalu lintas diterapkan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, sementara iring-iringan bus mahasiswa dicegat polisi sebelum longmarch ke Bundaran HI.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257846/original/068182500_1781259170-Warga_menunggu_kedatangan_demonstran.jpg)
Ribuan warga rela menunggu berjam-jam di anjungan tanpa atap Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, hanya untuk menyaksikan gelombang demonstran mahasiswa yang memadati kawasan tersebut pada Jumat (12/6/2026). Sejak pukul 14.00 WIB, jumlah pengunjung terus bertambah, menjadikan titik transit itu sebagai tribun alami aksi penyampaian pendapat yang digelar elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta.
Seorang warga bernama Andi mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 11.00 WIB. "Saya menunggu dari jam 11.00 WIB. Ternyata mahasiswa Universitas Indonesia (UI) masih ketahan di Semanggi," ujarnya di sela-sela kerumunan. Fenomena ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap aksi yang menjadi sorotan publik, meskipun harus bersabar di bawah terik matahari tanpa atap pelindung.
Polda Metro Jaya menyiagakan 4.151 personel gabungan untuk mengawal jalannya demonstrasi. Rinciannya, 3.651 personel dari unsur Polri dan 500 personel dari TNI. Selain pengamanan, kepolisian telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap dinamika lapangan, termasuk rekayasa arus lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan dan Monas yang bersifat situasional.
Pantauan di lapangan menunjukkan iring-iringan bus mahasiswa dicegat polisi di beberapa titik. Massa dengan jaket almamater beragam akhirnya memutuskan longmarch di sepanjang Jalan Sudirman menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Mereka membawa pamflet berisi kritik terhadap pemerintah serta bendera kampus masing-masing. Di dekat turunan kawasan Dukuh Atas, rombongan kembali tercegat oleh barisan polisi dan tentara. Teriakan meminta sekat dibuka mewarnai situasi, sesekali diiringi aksi saling dorong.
Hingga pukul 16.00 WIB, jalur Sudirman-Thamrin sudah berubah menjadi lautan manusia. Sepanjang jalan Sudirman ditutup untuk kendaraan umum sejak Dukuh Atas. Akibatnya, arus kendaraan dari arah Senayan menuju Dukuh Atas mengalami kepadatan parah. Beberapa kendaraan yang terjebak di belakang rombongan demonstran dialihkan melalui Kebon Kacang untuk mengurangi kemacetan.
Bagi warga Jakarta, aksi ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pengingat akan dinamika politik dan sosial yang terus bergulir. Demonstrasi mahasiswa kerap menjadi barometer partisipasi publik dalam menyuarakan aspirasi. Namun, dampak terhadap mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di pusat kota patut menjadi perhatian. Ke depan, koordinasi antara aparat keamanan, penyelenggara aksi, dan pengelola transportasi umum akan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara hak berekspresi dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260115/original/042535500_1781572172-e7e55dbb-f9eb-4268-befb-dd8b6596fa38.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259325/original/058322700_1781495924-Pramono_Singapura.jpg)