Kiefer Sutherland Digugat Pengemudi Uber Usai Insiden Pemukulan di Hollywood
Baca dalam 60 detik
- Aktor Kiefer Sutherland digugat atas tuduhan penyerangan dan penganiayaan oleh sopir Uber yang mengemudikannya pada Januari lalu.
- Pengemudi bernama Rafael Manvelyan mengaku dipukul, dicekik, dan diancam akan dibunuh oleh Sutherland yang diduga dalam pengaruh alkohol.
- Gugatan ini menambah panjang daftar masalah hukum Sutherland, yang sebelumnya pernah dipenjara karena DUI dan terlibat kasus kekerasan lainnya.

Bintang serial 24, Kiefer Sutherland, kembali berurusan dengan hukum setelah seorang pengemudi Uber menggugatnya atas tuduhan penyerangan dan penganiayaan yang terjadi pada Januari lalu di Hollywood. Gugatan perdata yang diajukan oleh Rafael Manvelyan ini mengungkap detail baru tentang insiden yang berujung pada penangkapan aktor berusia 59 tahun tersebut.
Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh TMZ, Manvelyan mengklaim bahwa Sutherland dalam kondisi mabuk saat ia menjemputnya. Pengemudi yang fasih berbahasa Rusia dan Armenia itu mengatakan sang aktor mulai gelisah karena kesulitan berkomunikasi. Ketegangan meningkat selama perjalanan hingga Sutherland diduga memukul kepala, wajah, leher, dan tubuh bagian atas Manvelyan dengan tangan terkepal saat ia masih mengemudi.
Manvelyan juga menuduh Sutherland mencekiknya dan mengancam akan membunuhnya. Dalam gugatan yang mencakup tuduhan penderitaan emosional dan kelalaian, ia menyatakan bahwa setelah berhasil keluar dari mobil dan berlari, Sutherland mengejarnya sambil berteriak, โAku akan membunuhmu.โ Sebagian dari kejadian tersebut terekam kamera dasbor milik Manvelyan, dan ia mengklaim ada saksi mata yang dapat memperkuat kesaksiannya.
Pengacara Manvelyan, Mitra Sabouri, menyatakan kliennya tidak mencari perhatian publik dan hanya menginginkan keadilan atas cedera yang dideritanya. โKami tidak akan merilis rekaman dasbor demi menghormati privasinya, dan membiarkan fakta serta bukti diungkap melalui proses pengadilan,โ ujar Sabouri. Manvelyan menuntut ganti rugi dalam jumlah yang tidak disebutkan, termasuk ganti rugi punitif.
Ini bukan pertama kalinya Sutherland berhadapan dengan aparat penegak hukum. Aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Jack Bauer itu sebelumnya telah menjalani tiga kali hukuman penjara, terakhir pada 2007 karena mengemudi dalam pengaruh alkohol (DUI) dan melanggar masa percobaan. Pada 2009, ia ditahan karena diduga menyerang seorang desainer busana di klub malam New York, meskipun tuduhan itu kemudian dicabut. Pada 2020, ia kembali ditangkap karena melakukan putaran balik ilegal di California.
Kasus ini kembali menyoroti pola perilaku bermasalah Sutherland di luar layar. Meskipun kariernya cemerlang, catatan kriminalnya yang panjang menimbulkan pertanyaan tentang pengelolaan emosi dan dampak ketenaran. Di Indonesia, kasus serupa sering kali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pengemudi transportasi online, yang kerap menjadi korban kekerasan penumpang. Regulasi perlindungan bagi pengemudi aplikasi masih terus diperjuangkan, dan kasus Sutherland bisa menjadi contoh bagaimana ketenaran tidak menghalangi proses hukum.
Dengan bukti rekaman dan saksi mata yang disebut-sebut, persidangan diperkirakan akan berlangsung sengit. Apakah Sutherland akan kembali berdamai di luar pengadilan seperti kasus sebelumnya, atau justru menghadapi hukuman berat yang bisa mempengaruhi kariernya? Publik menanti langkah selanjutnya dari aktor yang karakternya di layar kaca selalu berhasil mengatasi krisis, namun di kehidupan nyata justru kerap terjerat masalah.