Cemburu Picu Pengeroyokan Maut di Tempat Hiburan Grogol: Pelaku Utama Masih Buron
Baca dalam 60 detik
- Korban DM tewas usai didorong dari lantai dua tempat hiburan Westown, Grogol Petamburan, diduga dipicu kecemburuan.
- Polisi mengungkap korban sempat memiting seorang pria karena merasa pacarnya diganggu, namun pelaku utama masih dalam pengejaran.
- Penyidik masih menunggu keterangan pelaku untuk memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257717/original/006331600_1781252888-Screenshot_2026-06-12_152337.jpg)
Korban DM (29) tewas setelah didorong dari lantai dua tempat hiburan Westown di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, akibat cekcok yang dipicu kecemburuan asmara. Polisi mengungkap bahwa sebelum pengeroyokan terjadi, korban sempat memiting seorang pria berinisial A karena tidak terima pacarnya diganggu oleh teman wanita pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan menjelaskan bahwa informasi tersebut diperoleh dari keterangan pacar korban yang berinisial M. Menurut Alexander, korban terpancing emosi setelah terjadi persoalan yang berkaitan dengan kecemburuan di lokasi hiburan malam tersebut. โMenurut keterangan pacar korban, terjadinya keributan karena korban tidak terima pacarnya diganggu oleh cewek temannya Saudara A yang dipiting korban,โ ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Namun, Alexander belum dapat memastikan kebenaran versi tersebut secara utuh. Sebab, pria yang dipiting korban dan diduga menjadi awal mula keributan masih dalam pengejaran. โTapi belum diketahui dari versi pelaku yang sempat dilukai karena masih dalam pengejaran,โ kata Alexander. Penyidik masih terus memburu pelaku yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut guna mencocokkan seluruh keterangan saksi.
Kasus ini menyoroti maraknya kekerasan di tempat hiburan malam yang kerap dipicu konflik pribadi. Menurut catatan kepolisian, insiden serupa di Jakarta Barat meningkat 15% dalam setahun terakhir. Pengamat kriminologi dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Saputra, menilai bahwa lemahnya pengawasan keamanan di tempat hiburan menjadi faktor utama. โManajemen tempat hiburan harus bertanggung jawab dengan menyediakan petugas keamanan yang sigap dan prosedur penanganan konflik yang jelas,โ ujarnya.
Bagi masyarakat Indonesia, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya menyelesaikan perselisihan secara damai. Polisi mengimbau agar pengunjung tempat hiburan tidak mudah terprovokasi dan segera melaporkan tindak kekerasan ke pihak berwenang. โKami akan menindak tegas pelaku pengeroyokan dan memastikan keadilan bagi korban,โ tegas Alexander.
Ke depan, kepolisian diharapkan dapat menangkap pelaku utama dan mengungkap motif lengkap di balik pengeroyokan tersebut. Pertanyaan yang tersisa: akankah manajemen Westown meningkatkan sistem keamanan untuk mencegah tragedi serupa?

