Larin Selamatkan Kanada: Comeback Dramatis di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kanada berhasil mengamankan satu poin perdana di Piala Dunia 2026 setelah Cyle Larin mencetak gol penyeimbang di babak kedua.
- Bosnia unggul lebih dulu melalui sundulan Jovo Lukic, namun Kanada bangkit dengan permainan agresif dan pergantian pemain yang efektif.
- Hasil ini mengakhiri enam kekalahan beruntun Kanada di putaran final Piala Dunia dan memberi modal positif untuk laga selanjutnya.
Kanada, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, berhasil meraih poin perdana mereka di turnamen ini setelah Cyle Larin mencetak gol penyeimbang pada menit ke-78 di Toronto Stadium. Laga Grup B yang berlangsung sengit melawan Bosnia dan Herzegovina itu menjadi saksi kebangkitan tim asuhan Jesse Marsch yang sempat tertinggal sejak babak pertama.
Bosnia, yang dilatih Sergej Barbarez, tampil percaya diri sejak awal. Mereka unggul pada menit ke-21 melalui skema sepak pojok. Umpan silang Sead Kolasinac disundul oleh Jovo Lukic untuk membobol gawang Maxime Crepeau. Kanada sebenarnya memiliki beberapa peluang, termasuk tendangan Jonathan David yang masih bisa diamankan kiper Nikola Vasilj, serta peluang emas Tani Oluwaseyi yang gagal dimanfaatkan.
Memasuki babak kedua, Kanada meningkatkan intensitas serangan. Oluwaseyi nyaris menyamakan kedudukan dengan tendangan yang membentur pemain bertahan Bosnia. Stephen Eustรกquio, yang menjadi kapten menggantikan Alphonso Davies yang tidak dimainkan, memberikan umpan matang kepada Richie Laryea, namun Kolasinac kembali menjadi penyelamat dengan menghalau bola di garis gawang. Di sisi lain, Crepeau juga melakukan penyelamatan gemilang saat berhadapan satu lawan satu dengan Ermedin Demirovic.
Keputusan Marsch memasukkan Larin pada menit ke-76 menjadi titik balik. Hanya dua menit setelah masuk, Larin menerima umpan dari Promise David, berputar cepat, dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Bosnia. Larin hampir menjadi pahlawan kemenangan di masa tambahan waktu, namun sepakannya masih bisa diblok Tarik Muharemovic. Skor 1-1 bertahan hingga akhir.
Bagi Indonesia, pertandingan ini memberikan gambaran betapa pentingnya strategi pergantian pemain dan mentalitas pantang menyerah. Timnas Indonesia, yang tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai turnamen internasional, dapat belajar dari kebangkitan Kanada. Kehadiran pemain pengganti yang siap memberikan dampak instan menjadi faktor krusial, terutama saat menghadapi lawan yang lebih diunggulkan.
"Saya sudah siap membantu tim. Gol akan datang karena saya selalu mencetak gol saat Kanada membutuhkan. Kami harus tetap fokus dan bermain di depan pendukung sendiri," ujar Larin usai pertandingan.
Pelatih Jesse Marsch mengakui kekurangan timnya di babak pertama, namun memuji respons pemain di babak kedua. "Kami merasa bisa mengalahkan mereka. Pergantian pemain mengubah permainan. Saya kecewa dengan babak pertama yang kurang agresif, tetapi setelah jeda, kami tampil berbeda. Kami harus belajar dari hari ini dan terus mendorong batas kemampuan," kata Marsch.
Dengan hasil ini, Kanada mengoleksi satu poin dan masih memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya. Bosnia juga mengantongi satu poin dan akan berusaha meraih kemenangan di laga selanjutnya. Pertanyaan besarnya: mampukah Kanada memanfaatkan momentum ini untuk melaju lebih jauh, atau justru Bosnia yang akan bangkit? Laga-laga berikutnya akan menjadi jawabannya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259834/original/043850500_1781514865-ChatGPT_Image_Jun_15__2026__04_11_52_PM.jpg)

