2K Games Batal Garap Game Sepak Bola: FIFA Pilih Netflix demi Keuntungan Lebih Cepat
Baca dalam 60 detik
- Negosiasi antara 2K Games dan FIFA untuk game sepak bola baru gagal setelah FIFA mundur demi kesepakatan yang dianggap lebih menguntungkan.
- 2K Games menginginkan kontrak 10 tahun serta hak atas Piala Dunia dan lisensi FIFPRO, namun FIFA memilih jalur berbeda.
- FIFA kini menggandeng Netflix untuk merilis game berjudul FIFA World Cup: Launch Edition, mengubah peta persaingan industri game sepak bola.

Rencana kehadiran pesaing baru bagi EA Sports FC di pasar game sepak bola kandas. 2K Games, pengembang ternama di balik seri NBA 2K, dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dengan FIFA untuk menggarap simulasi sepak bola. Namun, negosiasi yang sudah memasuki tahap lanjut itu batal setelah FIFA memilih mundur demi mengejar peluang yang dinilai lebih cepat dan menguntungkan.
Menurut laporan Sports Gamers Online (SGO), pembicaraan antara 2K Games dan FIFA berfokus pada ketentuan kontrak, perjanjian lisensi, serta mode permainan yang akan dihadirkan. 2K Games disebut menginginkan kontrak berdurasi 10 tahun dan akses penuh terhadap hak Piala Dunia serta lisensi pemain dari FIFPRO. Permintaan ini menunjukkan ambisi 2K untuk membangun ekosistem game sepak bola jangka panjang yang mampu menyaingi dominasi EA Sports FC.
Namun, FIFA justru mengambil langkah berbeda. Organisasi sepak bola dunia itu memutuskan untuk tidak melanjutkan negosiasi dan beralih ke Netflix. Kolaborasi ini melahirkan game berjudul FIFA World Cup: Launch Edition, yang dirilis pada akhir 2024. Langkah FIFA mengejutkan banyak pihak, mengingat potensi besar yang dimiliki 2K Games sebagai pengembang game olahraga berpengalaman.
Keputusan FIFA ini memiliki implikasi besar bagi industri game sepak bola. EA Sports FC, yang sebelumnya bernama FIFA, kini tidak lagi memiliki pesaing langsung dari 2K. Namun, kehadiran Netflix sebagai mitra baru FIFA membuka model bisnis yang berbeda. Alih-alih menjual game dengan harga penuh, Netflix kemungkinan akan mengintegrasikan game ini ke dalam platform streaming mereka, mengubah cara konsumen mengakses game sepak bola.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Game sepak bola memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, terutama untuk platform mobile. Jika Netflix berhasil menghadirkan game FIFA dengan model langganan, hal ini bisa menggeser kebiasaan konsumen yang selama ini membeli game secara terpisah. Selain itu, absennya 2K Games berarti tidak ada alternatif baru bagi pemain yang mencari pengalaman berbeda dari EA Sports FC.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Netflix mampu bersaing dengan EA Sports FC dalam hal kualitas gameplay dan konten. EA telah membangun ekosistem Ultimate Team yang sangat menguntungkan, sementara Netflix masih baru di dunia game. Jika Netflix gagal mempertahankan lisensi FIFPRO atau hak Piala Dunia secara eksklusif, daya tarik game mereka bisa berkurang. Sementara itu, 2K Games mungkin akan mencari peluang lain, entah dengan mendekati liga-liga domestik atau mengembangkan game sepak bola tanpa lisensi resmi.



