Leeds Siapkan Dana Besar demi Ueda, Mesin Gol Jepang yang Bisa Gantikan Calvert-Lewin
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan siap mengajukan tawaran senilai £30 juta untuk menggaet Ayase Ueda, top skor Eredivisie musim lalu.
- Ueda dinilai lebih adaptif dan tajam dibanding Dominic Calvert-Lewin, yang performanya menurun dan rentan cedera.
- Jika transfer berhasil, Leeds berpotensi memecahkan rekor transfer klub demi memperkuat lini serang menghadapi musim kedua di Premier League.

Leeds United tengah mempersiapkan langkah besar di bursa transfer musim panas ini dengan membidik Ayase Ueda, penyerang Feyenoord yang baru saja menyabet Sepatu Emas Eredivisie. Klub asal Yorkshire itu dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga £30 juta—angka yang berpotensi memecahkan rekor transfer mereka—untuk memboyong pemain asal Jepang tersebut ke Elland Road.
Minat Leeds terhadap Ueda muncul di tengah kebutuhan akan opsi lini depan yang lebih variatif. Meski Dominic Calvert-Lewin tampil gemilang musim lalu dan menjadi pahlawan keselamatan klub dari degradasi, catatan cedera serta inkonsistensi performanya dalam beberapa tahun terakhir membuat manajemen waspada. Apalagi, gejala "second-season syndrome" kerap menghantui tim promosi yang baru bertahan di Premier League.
Menurut laporan SportsBoom, Leeds bukan satu-satunya peminat Ueda. Everton dilaporkan sudah lebih dulu menyiapkan tawaran sekitar £20 juta, namun angka itu diperkirakan bakal ditolak Feyenoord. Situasi ini memberi peluang bagi Leeds untuk bergerak cepat dan mengamankan tanda tangan pemain berusia 27 tahun tersebut.
Perbandingan statistik antara Ueda dan Calvert-Lewin menunjukkan keunggulan penyerang Jepang dalam hal ketajaman. Ueda tidak hanya unggul dalam jumlah tembakan, tetapi juga mampu melampaui ekspektasi golnya (xG) hampir tujuh gol musim lalu. Sebaliknya, Calvert-Lewin justru underperform di depan gawang, meski gaya bermain Premier League yang kian mengandalkan fisik sebenarnya menguntungkan postur dan kekuatannya.
Yang membuat Ueda lebih menarik adalah fleksibilitasnya. Pelatih Daniel Farke mungkin perlu mengubah formasi lagi musim depan, dan Ueda dinilai lebih mudah beradaptasi dibanding Calvert-Lewin yang cenderung satu dimensi. Kemampuan Ueda untuk bergerak aktif dan menyelesaikan peluang dari berbagai situasi menjadi nilai jual utama.
Bagi Leeds, musim panas ini menjadi momentum krusial. Setelah berhasil selamat dari degradasi, klub tidak boleh berpuas diri. Investasi di lini depan, terutama dengan mendatangkan pemain sekaliber Ueda, bisa menjadi fondasi untuk membangun tim yang lebih kompetitif dan mapan di kasta tertinggi Inggris. Pertanyaannya, apakah Leeds akan berani memecahkan rekor transfer demi mengamankan jasa sang penyerang Jepang?



