FIFA World Cup 2026 Countdown Concerts: Musik dan Sepak Bola Bersatu di Tiga Negara
Baca dalam 60 detik
- FIFA menggelar konser hitung mundur di Los Angeles, Mexico City, dan Toronto menjelang Piala Dunia 2026, menampilkan artis internasional seperti Major Lazer, Davido, dan Andrea Bocelli.
- Acara ini disiarkan langsung melalui TikTok FIFA, menandai pertama kalinya perayaan musik dan sepak bola digelar serentak di tiga negara tuan rumah.
- Konser ini memperkuat posisi Piala Dunia 2026 sebagai ajang global yang tidak hanya olahraga, tetapi juga budaya dan hiburan.
FIFA menggelar rangkaian konser hitung mundur di tiga kota tuan rumah Piala Dunia 2026—Los Angeles, Mexico City, dan Toronto—pada malam sebelum turnamen dimulai, menandai kolaborasi spektakuler antara musik dan sepak bola yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Konser yang berlangsung di Crypto.com Arena, Auditorio Nacional, dan FIFA Fan Festival Toronto ini menampilkan deretan musisi papan atas dunia. Di Amerika Serikat, Diplo bersama Major Lazer dan Davido menyuguhkan pertunjukan penuh energi yang memukau ribuan penggemar. Sementara itu, di Meksiko, Andrea Bocelli tampil sebagai bintang tamu spesial, berkolaborasi dengan Los Ángeles Azules, Belinda, dan Elena Rose. Di Kanada, Bryan Adams, Nora Fatehi bersama Sanjoy dan Vegedream, serta AHI & Wyclef Jean menghibur pengunjung di lokasi bersejarah Fort York.
Acara ini disiarkan langsung melalui akun TikTok FIFA, memungkinkan penggemar di seluruh dunia menyaksikan momen tersebut secara real-time. Inisiatif ini menjadi yang pertama kalinya FIFA menggabungkan konser musik dan sepak bola dalam satu perayaan serentak di tiga negara berbeda, menandai babak baru dalam strategi promosi turnamen.
Bagi Indonesia, konser ini memberikan gambaran bagaimana Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang yang lebih inklusif dan terintegrasi dengan budaya pop. Meskipun Timnas Indonesia tidak lolos, gelaran ini tetap relevan karena menunjukkan potensi pariwisata dan ekonomi yang bisa dipelajari. Indonesia, yang tengah mengembangkan ekosistem sepak bola dan event internasional, dapat mencontoh pendekatan FIFA dalam memadukan olahraga dengan hiburan untuk menarik minat global.
Para analis menilai bahwa langkah FIFA ini merupakan strategi untuk memperluas basis penggemar, terutama di kalangan generasi muda yang aktif di media sosial. Dengan memanfaatkan platform seperti TikTok, FIFA tidak hanya mempromosikan turnamen tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih personal dan interaktif. Ke depannya, model serupa mungkin akan diterapkan pada turnamen-turnamen FIFA lainnya, termasuk Piala Dunia Wanita dan turnamen usia muda.
Pertanyaan yang muncul adalah apakah konser hitung mundur ini akan menjadi tradisi tetap di setiap edisi Piala Dunia, atau hanya eksperimen satu kali. Yang jelas, perpaduan antara musik dan sepak bola telah membuktikan diri sebagai formula ampuh untuk membangun antisipasi dan kegembiraan menjelang turnamen terbesar di dunia.