Xbox Gelar Reset Besar-besaran: Komponen Mahal, Proyek Helix Dirombak, Hubungan dengan Sony Dipertanyakan
Baca dalam 60 detik
- Microsoft akan meluncurkan rencana reset divisi Xbox pada Juli, termasuk PHK massal dan perubahan strategi akibat lonjakan biaya komponen hingga lima kali lipat.
- Proyek Helix, konsol generasi berikutnya, dipaksa beradaptasi dengan model bisnis baru dan kemitraan perangkat keras karena keterbatasan produksi.
- Keputusan Xbox membatalkan port Gears of War: E-Day untuk PS5 dan menarik trailer Halo dari acara Sony berpotensi memicu ketegangan antara kedua raksasa game.

Microsoft bersiap menggelar 'reset' skala penuh untuk divisi Xbox pada Juli mendatang, langkah yang dipicu oleh lonjakan biaya komponen penyimpanan dan memori hingga lima kali lipat dibandingkan tahun lalu. Dalam surat internal yang dikirimkan kepada karyawan, Presiden Xbox Asha Sharma mengungkapkan bahwa strategi untuk konsol generasi berikutnya, yang dikenal dengan nama sandi Project Helix, harus dirombak total karena tekanan rantai pasok dan keputusan bisnis di masa lalu.
Sharma menjelaskan bahwa meskipun seluruh industri game menghadapi kelangkaan komponen, Microsoft merasa terdampak lebih parah akibat pilihan strategis yang diambil dalam lima tahun terakhir. "Kami saat ini tidak mampu memproduksi konsol sebanyak yang diinginkan gamer untuk dibeli," tulisnya. Ia menambahkan bahwa perusahaan membutuhkan model bisnis baru dan kemitraan perangkat keras yang lebih agresif, tanpa meninggalkan komitmen terhadap Project Helix.
Langkah ini menandai perubahan haluan yang signifikan bagi Xbox, yang selama ini mengandalkan pendekatan vertikal terintegrasi. Analis industri menilai bahwa tekanan biaya komponen, terutama untuk SSD dan RAM berkecepatan tinggi, telah memaksa Microsoft untuk memikirkan ulang arsitektur konsol masa depannya. Sementara pesaing seperti Sony dan Nintendo juga menghadapi tantangan serupa, skala dampak yang dialami Xbox dinilai lebih besar karena ketergantungan pada komponen khusus.
Di sisi lain, keputusan Xbox untuk membatalkan port Gears of War: E-Day ke PlayStation 5 menjadi sorotan. Menurut laporan jurnalis Bloomberg Jason Schreier, versi PS5 dari game tersebut sebenarnya sudah dalam pengembangan dan retailer siap membuka pre-order sebelum Sharma mengubah arah. Pembatalan ini mengejutkan banyak karyawan Xbox dan memicu spekulasi tentang perubahan prioritas lintas platform.
Lebih jauh, ketegangan dengan Sony tampaknya semakin memanas. Sumber internal mengungkapkan bahwa Halo: Campaign Evolved seharusnya ditampilkan di acara State of Play terbaru Sony, dengan trailer yang sudah direkam menggunakan PS5 Pro. Namun, Xbox menarik trailer tersebut di menit-menit terakhir, sebuah langkah yang menurut sumber dekat masalah dapat merenggangkan hubungan kedua perusahaan. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa Xbox mungkin mundur dari strategi multiplatform yang sempat digembar-gemborkan.
Bagi gamer Indonesia, perubahan strategi Xbox ini memiliki implikasi langsung. Ketersediaan konsol Xbox Series X/S di pasar Tanah Air yang selama ini terbatas bisa semakin sulit jika produksi terganggu. Selain itu, jika Xbox mengurangi fokus pada game eksklusif lintas platform, para pemain yang berharap melihat judul-judul besar seperti Halo atau Gears of War di PlayStation mungkin harus mengubur harapan tersebut. Di sisi lain, model bisnis baru yang disebut Sharma bisa membuka peluang bagi layanan cloud gaming atau bundel yang lebih terjangkau, yang justru lebih relevan untuk pasar dengan daya beli terbatas seperti Indonesia.
Dengan rencana reset yang akan diumumkan dalam waktu dekat, pertanyaan besarnya adalah: akankah Xbox mampu menyeimbangkan antara inovasi perangkat keras, keterjangkauan harga, dan hubungan dengan mitra serta pesaing? Atau justru langkah ini akan memperdalam jurang antara Microsoft dan Sony dalam persaingan konsol generasi mendatang?



