Keributan Usai Syukuran di Labuan Bajo: Tiga Brimob Luka Tusuk, TNI-Polri Bentuk Tim Gabungan
Baca dalam 60 detik
- Tiga personel Brimob Batalyon B Polda NTT mengalami luka tusuk di Labuan Bajo setelah kesalahpahaman dalam acara syukuran internal.
- Kapolda NTT dan Pangdam IX/Udayana langsung berkoordinasi untuk meredakan ketegangan dan membentuk tim investigasi gabungan Propam dan PM.
- Insiden ini menjadi uji sinergi TNI-Polri di NTT, dengan penekanan pada penyelesaian bijaksana tanpa mengganggu keamanan wisatawan.
Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur — Tiga anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda NTT harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat keributan yang berujung pada luka tusuk, Kamis (11/6/2026) malam. Insiden yang terjadi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo itu bermula dari kesalahpahaman seusai misa syukuran pelantikan salah satu anggota Brimob berinisial Bripda JGR.
Korban yang diidentifikasi sebagai Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK—seluruhnya personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT—kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, membenarkan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh ketegangan spontan di antara sejumlah anggota yang hadir. “Situasi berubah setelah muncul kesalahpahaman yang memicu ketegangan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Respons cepat dilakukan oleh pimpinan tertinggi di NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko langsung berkoordinasi dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono. Langkah ini diambil untuk mencegah eskalasi yang lebih luas, mengingat Labuan Bajo merupakan destinasi wisata superprioritas yang menjadi perhatian nasional. Kedua institusi sepakat membentuk tim gabungan yang melibatkan Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat untuk mengusut tuntas insiden secara profesional, objektif, dan transparan.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di NTT, insiden ini menjadi pengingat bahwa hubungan TNI-Polri yang selama ini solid tetap perlu dijaga. Polda NTT menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mempengaruhi sinergitas kedua institusi. “Kapolda dan Pangdam sepakat bahwa ini adalah kesalahpahaman yang bersifat spontan. Hubungan persaudaraan dan sinergitas TNI-Polri di NTT tetap kuat,” tegas Kombes Pol. Henry. Ia menambahkan bahwa penyelesaian masalah akan dilakukan secara bijaksana agar tidak mengganggu tugas utama menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan yang menjadi denyut nadi ekonomi daerah.
Ke depan, publik akan mengawal proses investigasi tim gabungan. Akankah temuan awal mengarah pada pelanggaran disiplin berat atau sekadar sanksi internal? Yang jelas, insiden ini menjadi ujian bagi komitmen transparansi dan profesionalisme TNI-Polri di tengah sorotan nasional.



