Patrik Schick: Mesin Gol Ceko yang Siap Bicara Banyak di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Patrik Schick menjadi tumpuan utama Republik Ceko di Piala Dunia 2026 setelah mencetak 25 gol dalam 52 penampilan internasional.
- Musim 2025/26, penyerang Bayer Leverkusen itu membukukan 16 gol Bundesliga dan tampil gemilang di Liga Champions, termasuk gol kemenangan ke gawang Manchester City.
- Pelatih Ceko memuji etos kerja Schick yang meningkat, sementara mantan pelatih Leverkusen menonjolkan ketajaman dan pengalamannya yang kian matang.

Patrik Schick, penyerang Bayer Leverkusen asal Republik Ceko, akan menjadi andalan utama timnya di putaran final Piala Dunia 2026 setelah sukses membawa negaranya lolos melalui babak play-off. Pemain berusia 30 tahun itu diyakini mampu mengulangi performa gemilangnya saat menjadi top skor bersama Cristiano Ronaldo di Euro 2020.
Musim 2025/26, Schick menunjukkan ketajaman yang konsisten meski diganggu cedera otot ringan. Dalam 28 pertandingan starter Bundesliga, ia mengoleksi 16 gol, termasuk dua gol ke gawang Heidenheim (dua kali), Werder Bremen, dan Cologne, serta satu hattrick spektakuler melawan RB Leipzig. Catatan itu menempatkannya di posisi keempat daftar pencetak gol terbanyak liga. Di Liga Champions, aksinya tak kalah mentereng: gol tunggal kemenangan 1-0 atas Benfica, gol penutup kemenangan 2-0 di kandang Manchester City, dan dua gol ke gawang Olympiacos yang memastikan Leverkusen lolos ke babak 16 besar.
Bagi tim nasional, Schick adalah figur sentral. Dalam tiga pertandingan kualifikasi awal Piala Dunia 2026, ia langsung mengemas empat gol. Perannya krusial di babak play-off: dua gol penalti—satu di waktu normal dan satu di adu penalti—saat mengalahkan Republik Irlandia, kemudian bermain penuh 90 menit dalam kemenangan dramatis atas Denmark melalui adu penalti lima hari berselang. Pelatih Miroslav Koubek memuji semangat juang Schick yang meningkat drastis. “Apakah Anda pernah melihat Patrik Schick bertarung sekeras itu? Saya belum. Bukan hanya golnya, tetapi juga tekanan yang ia berikan kepada lawan,” ujar Koubek setelah laga melawan Irlandia.
Mantan pelatih Leverkusen, Kasper Hjulmand, juga memberikan apresiasi. “Patrik selalu melakukan banyak hal dengan benar. Penyelesaian akhirnya sangat tajam, bahkan di latihan. Pengalamannya mulai terlihat, Anda bisa merasakannya. Ia selalu menjadi pemain penting bagi kami,” kata Hjulmand. Kombinasi antara naluri gol, kerja keras, dan pengalaman membuat Schick menjadi ancaman serius bagi setiap lawan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Schick di Piala Dunia 2026 layak disimak. Republik Ceko tergabung di grup yang cukup berat, namun dengan ketajaman Schick, mereka berpotensi menjadi kejutan. Pemain yang sempat bersinar di Euro 2020 itu kini berada dalam puncak karier, dan turnamen dunia ini bisa menjadi panggung pamungkasnya. Akankah Schick kembali bersaing menjadi top skor? Atau justru membawa Ceko melangkah lebih jauh dari yang diperkirakan?


