Ubisoft Pangkas Tim Rainbow Six Siege: 120 Pengembang Dipindahkan, Masa Depan Game Dipertanyakan
Baca dalam 60 detik
- Ubisoft Montreal mengurangi sekitar 12% tenaga kerja Rainbow Six Siege, setara 120 pengembang, dalam restrukturisasi internal.
- Sebanyak 50 staf game mobile Rainbow Six Siege dialihkan ke proyek baru yang belum diumumkan, menandakan pergeseran prioritas.
- Ubisoft Barcelona juga mengalami PHK massal dengan 51 karyawan terdampak, fokus studio beralih ke proyek Rainbow Six lainnya.

Ubisoft dilaporkan melakukan perombakan besar-besaran pada tim pengembangan Rainbow Six Siege, game tembak-menembak taktis yang baru saja merayakan ulang tahun kesepuluhnya. Menurut laporan Insider Gaming, setidaknya 120 pengembang—sekitar 12 persen dari total tim—telah dipindahkan dari proyek utama di studio Ubisoft Montreal. Langkah ini memicu spekulasi tentang masa depan salah satu game live-service paling sukses di industri.
Keputusan tersebut tidak hanya berdampak pada tim inti. Sekitar 50 karyawan yang sebelumnya menggarap Rainbow Six Siege Mobile dialihkan ke proyek yang belum diumumkan, mengindikasikan bahwa Ubisoft mungkin sedang mempersiapkan sesuatu yang baru. Sementara itu, Ubisoft Barcelona mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) yang memengaruhi 51 orang. Studio yang berbasis di Spanyol itu kini akan fokus penuh pada proyek-proyek yang berkaitan dengan waralaba Rainbow Six.
Bagi penggemar setia Rainbow Six Siege, berita ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Sejak dirilis pada 2015, game ini terus mendapatkan dukungan konten reguler dan memiliki basis pemain yang loyal. Namun, pengurangan tim secara signifikan bisa berarti perubahan strategi Ubisoft—mungkin memperlambat siklus pembaruan atau mengalihkan sumber daya ke proyek lain yang lebih potensial secara komersial.
Di Indonesia, Rainbow Six Siege memiliki komunitas yang cukup aktif, terutama di kalangan pemain esports. Jika Ubisoft mengurangi dukungan terhadap game ini, turnamen lokal dan scene kompetitif bisa terpengaruh. Belum ada pernyataan resmi dari Ubisoft mengenai dampak restrukturisasi ini terhadap layanan game di Asia Tenggara.
Analis industri memperkirakan bahwa langkah Ubisoft ini mungkin bagian dari upaya efisiensi di tengah tekanan finansial. Perusahaan asal Prancis itu baru-baru ini menunda beberapa judul besar dan menghadapi kritik atas kinerja game-game terbarunya. Dengan memindahkan sumber daya dari Rainbow Six Siege, Ubisoft tampaknya ingin memfokuskan tenaga pada proyek-proyek yang dianggap lebih menjanjikan.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Rainbow Six Siege akan tetap mendapatkan konten musiman seperti biasa, atau justru memasuki fase pemeliharaan? Pengumuman resmi dari Ubisoft mungkin akan menjawab spekulasi ini, namun hingga saat ini, masa depan game tersebut masih diselimuti ketidakpastian.



