Ubisoft Tutup Studio Winnipeg, 85 Karyawan Kena PHK
Baca dalam 60 detik
- Ubisoft menutup studio di Winnipeg, Kanada, menyusul langkah serupa di Halifax awal tahun ini.
- Sekitar 85 karyawan terdampak PHK, sementara beberapa proyek game ikut terpengaruh.
- Studio ini sebelumnya mendukung pengembangan judul besar seperti Rainbow Six Siege dan Assassin's Creed Valhalla.

Ubisoft kembali melakukan efisiensi operasional dengan menutup studio pengembangannya di Winnipeg, Kanada. Langkah ini mengakibatkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 85 karyawan, menambah daftar panjang restrukturisasi yang dilakukan penerbit game asal Prancis tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Penutupan studio Winnipeg terjadi hanya beberapa bulan setelah Ubisoft menutup fasilitas serupa di Halifax pada Januari lalu. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menekan biaya di tengah tekanan industri game global yang semakin kompetitif. Menurut laporan internal, beberapa proyek game yang tengah dikembangkan juga ikut terdampak, meskipun Ubisoft belum merinci judul-judul mana yang akan dihentikan atau dialihkan.
Studio Winnipeg sebelumnya berperan sebagai pendukung pengembangan sejumlah game unggulan Ubisoft, termasuk Rainbow Six Siege, XDefiant, Assassin's Creed Valhalla, dan Far Cry 6. Kontribusinya terutama dalam aspek teknis dan aset visual, menjadikannya bagian penting dari rantai produksi global Ubisoft. Penutupan ini menimbulkan pertanyaan tentang kelanjutan dukungan untuk game-game tersebut, terutama yang masih menerima pembaruan rutin seperti Rainbow Six Siege.
Bagi industri game Indonesia, langkah Ubisoft ini menjadi pengingat akan volatilitas sektor pengembangan game global. Banyak pengembang lokal yang bekerja sama dengan studio internasional melalui kontrak outsourcing, dan PHK massal di perusahaan besar seperti Ubisoft dapat berdampak pada rantai pasok jasa pengembangan. Selain itu, penutupan studio di Kanada menunjukkan bahwa bahkan negara dengan insentif pajak yang besar sekalipun tidak kebal terhadap tekanan biaya.
Analis industri memperkirakan bahwa Ubisoft akan terus melakukan konsolidasi dalam beberapa bulan ke depan, dengan fokus pada proyek-proyek yang lebih aman secara finansial. Langkah ini juga mencerminkan tren lebih luas di industri game, di mana perusahaan besar cenderung memangkas studio yang dianggap tidak efisien demi menjaga profitabilitas. Pertanyaan yang muncul kemudian: apakah ini awal dari gelombang PHK yang lebih besar di sektor game global, atau sekadar penyesuaian sementara?



