Arsenal Incar 'Mini Rice' Tonali: Langkah Strategis Pertahankan Gelar Premier League
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan telah melakukan kontak awal untuk merekrut gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, dengan banderol mencapai £100 juta.
- Tonali dinilai memiliki kemiripan statistik dengan Declan Rice, terutama dalam hal progresi bola dan pemulihan bola, meski gaya bermainnya lebih sebagai deep-lying playmaker.
- Langkah ini menjadi bagian dari strategi Arsenal untuk memperkuat skuad setelah merebut gelar Premier League pertama dalam 22 tahun.
Arsenal dikabarkan mulai menjajaki kemungkinan mendatangkan gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, pada bursa transfer musim panas 2026. Langkah ini muncul setelah keberhasilan The Gunners memutus puasa gelar Premier League selama 22 tahun, dan kini berupaya mempertahankan dominasi dengan menambah amunisi di lini tengah.
Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, Arsenal telah melakukan beberapa panggilan dalam beberapa hari terakhir untuk menanyakan ketersediaan pemain asal Italia tersebut. “Tonali tidak terlalu konkret untuk Manchester United karena biaya transfer dan gaji dianggap terlalu tinggi. Tonali bisa menjadi opsi bagi Manchester City, tetapi fokus mereka ada pada Elliot Anderson. Arsenal telah melakukan beberapa panggilan dalam beberapa hari terakhir untuk Tonali dan mungkin akan ada lebih banyak klub yang bergabung dalam perburuan,” ujar Romano.
Newcastle dilaporkan mematok harga antara £80 juta hingga £100 juta untuk melepas Tonali. Angka tersebut sejalan dengan kebijakan Arsenal yang tidak segan mengeluarkan dana besar, sebagaimana terbukti saat merekrut Declan Rice seharga £105 juta tiga tahun lalu. Pemilik klub, Josh Kroenke, sebelumnya menyebut kedatangan Rice sebagai “momen besar” dalam proyek Arsenal.
Meski Tonali tidak memiliki fisik sekuat Rice, data statistik menunjukkan keduanya memiliki kemiripan dalam beberapa aspek. Menurut Scout Lab, Tonali unggul dalam jumlah dribel per 90 menit dan hanya sedikit tertinggal dalam aksi progresif. Dari segi passing, ia lebih progresif dan memiliki jumlah umpan ke depan yang hampir sama dengan Rice. “Tonali bukan gelandang yang hanya ingin duduk dan bermain umpan samping. Ia ingin mendikte permainan dan menjaga ritme,” tulis laporan tersebut.
Kemampuan Tonali dalam merebut bola juga hanya sedikit di bawah Rice. Jika Rice dikenal dengan etos kerja tanpa henti, Tonali lebih sebagai shuttler yang bermain dalam-dalam. Namun, keduanya sama-sama menjadi andalan di lini tengah dan mampu berkontribusi dalam serangan. “Panggil Tonali sebagai mini Rice, jika Anda mau,” demikian perbandingan yang muncul.
Selain Tonali, Arsenal juga dikaitkan dengan Morgan Rogers (Aston Villa) dan Eli Junior Kroupi (Bournemouth). Namun, kedua klub tersebut enggan melepas pemainnya. Dengan demikian, Tonali menjadi target paling realistis, meski harus bersaing dengan klub lain seperti Manchester City.
Bagi Arsenal, merekrut pemain berpengalaman di Premier League seperti Tonali menjadi strategi yang sudah terbukti berhasil. Kehadiran Rice, David Raya, dan Eberechi Eze menjadi contoh bagaimana pemain dari klub di luar “big six” bisa sukses di Emirates. Pertanyaannya, akankah Tonali menjadi kunci untuk mempertahankan gelar, atau justru menjadi investasi mahal yang tidak sepadan?



