Buru Bek Muda Argentina, Tiga Klub Premier League Siap Bayar Rp340 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Leeds United, Sunderland, dan Fulham bersaing mendapatkan Mariano Troilo, bek tengah Parma berusia 22 tahun, dengan banderol €20 juta.
- Troilo mencuri perhatian di Serie A musim ini dengan rata-rata 10,1 kontribusi defensif per 90 menit, tertinggi di skuad Parma.
- Leeds, yang kebobolan 56 gol di Premier League, paling membutuhkan tambahan tenaga di lini belakang musim panas ini.
Tiga klub Premier League — Leeds United, Sunderland, dan Fulham — dikabarkan memasuki persaingan untuk mendapatkan tanda tangan Mariano Troilo, bek tengah muda Parma yang baru menjalani musim debut di Serie A. Klub asal Italia itu dikabarkan bersedia melepas pemain berusia 22 tahun tersebut dengan harga minimal €20 juta atau sekitar Rp340 miliar.
Menurut jurnalis Santi Ponce, ketiga klub Inggris tersebut telah menyatakan ketertarikan mereka kepada Troilo setelah melihat performa impresifnya di Italia. Bek setinggi 1,93 meter itu baru bergabung dengan Parma pada musim panas lalu dari Club Atletico Belgrano, Argentina. Meski butuh waktu beradaptasi — hanya tampil dalam satu dari sepuluh laga awal Serie A — Troilo perlahan menjadi pilar pertahanan Parma dengan total 21 penampilan sepanjang musim.
Catatan statistiknya pun menonjol: rata-rata 10,1 kontribusi defensif per 90 menit, tertinggi di antara semua pemain Parma. Angka ini mencakup tekel, intersep, sapuan, dan blok. Di Argentina, mantan rekan setimnya di lini belakang, Lisandro Lopez, menyebut Troilo sebagai "bintang pertahanan" dan "profesional sejati".
Dari ketiga peminat, Leeds United disebut paling membutuhkan tambahan bek tengah. Musim lalu, tim asuhan Daniel Farke kebobolan 56 gol di Premier League — hanya Tottenham Hotspur yang lebih buruk di antara tim yang tidak terdegradasi. Kebobolan sebanyak itu menunjukkan celah besar di lini pertahanan, dan Troilo bisa menjadi solusi jangka panjang yang relatif murah.
Sunderland, yang musim lalu finis di posisi yang aman dan bahkan lolos ke Liga Europa, juga ingin memperkuat skuad mereka setelah promosi. Sementara Fulham, meski sudah mapan di Premier League, tengah diliputi ketidakpastian setelah kepergian pelatih Marco Silva ke Benfica. Klub asal London Barat itu belum menunjuk pengganti permanen, sehingga rencana transfer mereka mungkin terpengaruh.
Bagi klub-klub Premier League, merekrut pemain muda dari Serie A dengan harga di bawah £20 juta bisa menjadi strategi cerdas. Troilo belum teruji dalam jangka panjang, tetapi potensinya sebagai bek tengah modern — tinggi, kuat, dan agresif dalam bertahan — membuatnya layak dipertimbangkan. Jika mampu beradaptasi dengan cepat di Inggris, nilai transfernya bisa meroket dalam beberapa tahun.
Pertanyaan besarnya: akankah Troilo memilih langkah ke Premier League di usia muda, atau lebih baik tetap di Parma untuk mengumpulkan lebih banyak pengalaman? Keputusan ini akan menentukan arah kariernya — dan juga bisa menjadi indikator strategi belanja ketiga klub Inggris pada bursa transfer musim panas ini.



