Waspada Phishing: Link Palsu Rekrutmen Program Makan Bergizi Gratis Beredar di Facebook
Baca dalam 60 detik
- Unggahan Facebook mengklaim membuka lowongan kerja program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 terbukti palsu dan merupakan modus phishing.
- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak pernah meminta data pribadi melalui tautan tidak resmi; rekrutmen hanya melalui kanal resmi.
- Masyarakat diimbau tidak mengklik tautan mencurigakan dan selalu memverifikasi informasi lowongan kerja di situs resmi BGN.
Beredar luas di Facebook tautan yang diklaim sebagai pendaftaran lowongan kerja program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026—mulai dari posisi koki, asisten dapur, hingga pencuci piring. Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa tautan tersebut tidak berasal dari lembaga resmi dan merupakan jebakan phishing untuk mencuri data pribadi.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah membuka rekrutmen melalui tautan sembarangan di media sosial. “BGN tidak pernah meminta data pribadi melalui saluran tidak resmi, apalagi jika menyangkut proses seleksi atau rekrutmen,” tegasnya dalam keterangan yang dikutip dari Kompas.com, Senin (8/6/2026).
Modus yang digunakan pelaku tergolong klasik namun tetap efektif: korban diarahkan ke halaman palsu yang meminta nama lengkap sesuai KTP dan nomor telepon. Data tersebut kemudian digunakan untuk mendaftarkan korban ke akun Telegram tertentu, yang diduga menjadi pintu masuk penipuan lebih lanjut. Akun Facebook pengunggah tautan juga bukan milik BGN, melainkan akun abal-abal yang menyamar.
Bagi pencari kerja di Indonesia, terutama yang tengah memburu peluang di program prioritas pemerintah, kejadian ini menjadi pengingat penting. Program MBG memang menjadi sorotan karena menjanjikan lapangan kerja baru di sektor gizi dan pangan. Namun, antusiasme semacam itu justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menjaring korban. Sejauh ini, BGN hanya mengumumkan rekrutmen melalui situs web resmi dan akun media sosial terverifikasi—bukan melalui unggahan viral di Facebook tanpa tanda centang biru.
Fenomena phishing lowongan kerja bukanlah hal baru di Indonesia. Sepanjang 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat puluhan laporan serupa yang menyasar program-program pemerintah, mulai dari Kartu Prakerja hingga subsidi pangan. Pola yang digunakan hampir sama: tautan pendek, desain halaman yang mirip dengan portal resmi, dan iming-iming gaji besar tanpa syarat rumit. Dalam kasus ini, pelaku bahkan mencantumkan tahun 2026 untuk memberi kesan bahwa lowongan tersebut masih relevan dan terbaru.
Khairul Hidayat mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi lowongan kerja dengan mengunjungi langsung kanal resmi BGN. “Informasi resmi terkait rekrutmen pegawai hanya diumumkan melalui situs web dan media sosial resmi BGN,” ujarnya. Langkah sederhana seperti mengecek URL, memperhatikan tanda centang biru di akun media sosial, dan tidak mudah tergiur tautan yang dibagikan di grup WhatsApp atau Facebook dapat menghindarkan calon korban dari kerugian finansial dan penyalahgunaan data.
Ke depan, pengawasan terhadap konten lowongan kerja palsu perlu diperketat, baik oleh platform media sosial maupun aparat penegak hukum. Pertanyaan yang menggantung: seberapa cepat respons dari pihak berwenang untuk menelusuri akun-akun penyebar tautan phishing ini sebelum semakin banyak pencari kerja yang menjadi korban?



