Bitcoin Tembus US$63.000: Lonjakan Palsu atau Awal Tren Baru?
Baca dalam 60 detik
- Bitcoin melesat ke US$63.400 setelah aksi short squeeze terbesar sejak April, dipicu optimisme kesepakatan AS-Iran.
- Lonjakan ini lebih didorong likuidasi paksa posisi short daripada permintaan organik, membuat momentum rentan.
- Level kunci US$64.000 dan US$59.100 akan menentukan arah selanjutnya, dengan sentimen geopolitik sebagai pemicu utama.

Bitcoin mencatatkan lonjakan signifikan ke atas US$63.000 pada Senin (24/6), membalikkan tren pelemahan pekan sebelumnya setelah aksi likuidasi paksa posisi short terbesar dalam dua bulan terakhir. Pergerakan ini dipicu oleh pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negosiasi dengan Iran hampir rampung, meredakan ketegangan geopolitik dan memicu peralihan aset berisiko.
Data perdagangan menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di level US$63.400, naik 3% dalam 24 jam dengan volume transaksi mencapai US$35 miliar—melonjak 15% dari hari sebelumnya. Lebih dari US$504 juta posisi short dilikuidasi dalam sehari, angka tertinggi sejak akhir April. Fenomena ini menciptakan efek umpan balik: kenaikan harga memaksa trader bearish menutup posisi, yang kemudian mendorong harga lebih tinggi lagi.
Namun, analis memperingatkan bahwa reli ini rapuh. “Lonjakan ini lebih merupakan hasil dari short squeeze daripada permintaan beli organik,” ujar seorang analis kripto. “Tanpa katalis fundamental yang kuat, momentum bisa berbalik cepat jika sentimen geopolitik memburuk.” Faktor pendukung lain, seperti akumulasi oleh penambang Bitcoin yang kembali membeli setelah enam pekan menjual, hanya memberikan fondasi sekunder dan bukan pendorong utama pergerakan 24 jam terakhir.
Bagi investor Indonesia, pergerakan Bitcoin ini menjadi pengingat akan volatilitas aset kripto yang masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global. Meski pasar kripto di Tanah Air terus tumbuh, regulator seperti Bappebti dan OJK kerap mengingatkan risiko fluktuasi ekstrem. Lonjakan kali ini juga menunjukkan bahwa berita politik luar negeri—bahkan yang belum final—dapat memicu pergerakan harga secara tiba-tiba.
Ke depan, pasar akan fokus pada dua level teknis: resistance US$64.000 dan support US$59.100. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$63.000 dalam penutupan harian, peluang pemulihan lebih lanjut terbuka. Sebaliknya, penutupan di bawah US$61.500 akan mengaktifkan kembali risiko penurunan. Selain faktor geopolitik, pengumuman SEC terkait pembelian Bitcoin oleh korporasi besar juga berpotensi mengubah sentimen.
Pertanyaan kunci yang kini menggantung: akankah optimisme ini bertahan tanpa katalis baru, atau justru menjadi jebakan bagi investor yang terlambat masuk? Jawabannya mungkin akan ditentukan dalam beberapa hari ke depan, saat pasar menguji komitmen para pelaku di tengah ketidakpastian yang masih tinggi.



